Pintu depan Taman Pintar. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
720 Ribu Wisatawan Melancong ke Taman Pintar Yogyakarta
Ahmad Mustaqim • 3 January 2026 16:08
Yogyakarta: Kunjungan wisatawan ke Taman Pintar Yogyakarta sepanjang 2025 tercatat mencapai sekitar 720 ribu orang. Meski jumlah pengunjung meningkat, terutama saat libur Natal dan Tahun Baru, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan.
"Kalau dihitung sementara, total pengunjung sekitar 700 ribu, bahkan kemungkinan mencapai kurang lebih 720 ribu orang, karena masih ada data yang belum terakumulasi sepenuhnya sejak Desember (2025) sampai awal Januari (2026)," ujar Kepala UPT Pengelolaan Taman Budaya Kota Yogyakarta, Karmila, Sabtu, 3 Desember 2025.
Karmila mengatakan kunjungan tertinggi terjadi pada Desember 2025 dengan total hampir 113 ribu pengunjung. Secara umum, Taman Pintar memiliki empat periode puncak kunjungan (peak season) dalam satu tahun.
"Biasanya akhir tahun saat libur Natal dan Tahun Baru, kemudian awal tahun di bulan Januari masih tinggi. Selain itu libur Lebaran dan libur kenaikan kelas juga menjadi momen kunjungan tertinggi," ucapnya.
Dari sisi kunjungan harian, rata-rata pengunjung pada Desember berkisar antara 4.000 hingga 5.000 orang per hari. Sementara rekor tertinggi kunjungan harian mencapai 6.000 pengunjung dalam satu hari.
"Dari angka kunjungan itu pendapatan (pengelolaan Taman Pintar) tercapai sekitar 100,85 persen dari target, dengan total kurang lebih Rp14,45 miliar. Ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp14,3 miliar," kata dia.
Karmila menjelaskan mayoritas pendapatan masih bersumber dari tiket pengunjung. Ia memperkirakan sekitar 70 persen pendapatan berasal dari penjualan tiket dan wahana, sementara sisanya dari sektor lain seperti pemanfaatan area.
Memasuki 2026, pengelola Taman Pintar menyiapkan sejumlah rencana pengembangan. Setelah melakukan penambahan dan penyegaran wahana di dalam Gedung Oval dan zona edukasi lainnya pada 2025, tahun depan fokus diarahkan pada peremajaan fasilitas.
"Kami akan terus melakukan pembaruan wahana secara bertahap. Salah satu perencanaan besar adalah perbaikan playground di sisi timur, dekat area air mancur menari, terutama pada bagian lantainya," ungkap Karmila.
Namun demikian, realisasi rencana tersebut masih menunggu kesiapan anggaran. Pengelola Taman Pintar tidak secara langsung mengelola area parkir karena dikelola dinas terkait.

Kegiatan wisatawan di Gedung Oval Taman Pintar. Dokumentasi/Humas Pemkot Yogyakarta
Tantangan lain yang dihadapi sepanjang 2025 adalah kebijakan pembatasan kegiatan karya wisata dari sejumlah daerah. Karmila menyebut kebijakan tersebut berdampak pada penurunan kunjungan dari beberapa wilayah.
"Pengunjung dari Jawa Barat turun sekitar 15 persen, karena ada arahan agar kegiatan wisata dibatasi di wilayah masing-masing. Beberapa daerah di Jawa Timur juga menerapkan kebijakan serupa," ucapnya.
Karmila menambahkan tren positif pariwisata di Kota Yogyakarta pada akhir 2025 turut membantu menjaga capaian kunjungan. Ia berharap ke depan kebijakan pariwisata antar daerah dapat lebih tersinergi di tingkat nasional.
"Ke depan perlu sinkronisasi agar tidak berdampak besar pada pariwisata nasional. Di sisi lain, kami sebagai pengelola destinasi juga terus berupaya menjaga kualitas layanan agar kepercayaan pengunjung tetap terjaga," tandas Karmila.