Warga Solo rayakan malam Tahun Baru dengan menyalakann seribu lilin. Metro TV
Empati Korban Bencana, Warga Solo Sambut Tahun Baru dengan Seribu Lilin
1 January 2026 00:38
Solo: Suasana malam pergantian tahun di Kota Solo berlangsung berbeda pada tahun 2026 ini. Tanpa pesta kembang api, ribuan warga memilih mengisi malam tahun baru dengan doa bersama dan penyalaan lilin sebagai bentuk empati bagi korban bencana di Sumatra.
Perayaan malam tahun baru berpusat di ruas jalan utama kota. Masyarakat dan wisatawan dari luar daerah memadati kawasan Car Free Night di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Pusat kegiatan doa bersama dan penyalaan lilin dilaksanakan di perempatan Ngarsopuro.
Warga tampak kompak menyanyikan lagu dan menyalami satu sama lain, sebelum serempak menyalakan lilin serta lampu kilat dari telepon genggam masing-masing. Suasana khidmat semakin terasa dengan iringan alunan biola dari Arief Blind, seorang violis tunanetra yang mengiringi doa bersama.
Mereka mengikuti acara dengan kondusif dan khidmat. Ini menunjukkan rasa empati yang mendalam untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Meski tanpa pesta kembang api, aktivitas perekonomian warga tetap berjalan. Berbagai pedagang kuliner dan minuman masih ramai dikunjungi pengunjung yang memadati kawasan tersebut.
Sementara itu, Direktur Program Solo is Solo, Irul Hidayat, menjelaskan makna simbolis dari kegiatan tersebut. "Penyalaan lilin menjadi simbol refleksi dan harapan di tengah berbagai musibah yang melanda Indonesia sepanjang tahun ini," kata Irul Hidayat.
Pergantian tahun yang khidmat ini mencerminkan solidaritas tinggi masyarakat Solo. Langkah ini sejalan dengan imbauan pemerintah untuk mengutamakan empati dan kesederhanaan dalam menyambut tahun baru, mengingat kondisi bangsa yang sedang berduka.
.jpg)