Kota Surabaya Dikepung Banjir

Mobil Damkar Surabaya dikerahkan untuk menyedot air di sejumlah ruas jalan di Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Kota Surabaya Dikepung Banjir

Amaluddin • 5 January 2026 06:57

Surabaya: Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak Minggu sore hingga malam hari, 4 Januari 2025, mengakibatkan sejumlah kawasan tergenang air. Jalan protokol, permukiman, hingga fasilitas umum sempat lumpuh akibat banjir dengan ketinggian bervariasi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengerahkan puluhan armada penyedot air. Dari total 97 unit kendaraan operasional, sebanyak 30 unit armada khusus diturunkan untuk menyedot genangan air.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan seluruh kekuatan personel dan armada telah digerakkan sejak awal.

“Sejak pukul 16.00 WIB, petugas kami sudah bergerak melakukan pemantauan dan penyedotan di berbagai wilayah. Pergerakan armada bersifat dinamis, menyesuaikan kondisi lapangan dan laporan masyarakat,” kata Laksita Rini, Minggu malam, 4 Januari 2025.

Hingga Minggu malam, DPKP mencatat sedikitnya 18 titik genangan yang telah ditangani. Lokasi-lokasi tersebut tersebar, antara lain di Jalan Raya Dukuh Kupang Baru, Rungkut Mejoyo Selatan, Simo Kalangan, Ketintang Telkom, hingga depan RS Ewa Pangalila. Di sejumlah titik, air dilaporkan mulai berangsur surut setelah penyedotan intensif.
 


Pantauan lanjutan menunjukkan ketinggian air yang bervariasi. Di Jalan Margorejo, genangan tercatat sekitar 10 sentimeter. Sementara di RSIA Kendangsari, ketinggian air mencapai 20–30 sentimeter. Beberapa kawasan seperti RS Ubaya, Jalan Purimas, Putat Jaya, hingga Simo Hilir sempat tergenang hingga 60 sentimeter.

“Penanganan dilakukan bertahap dengan melibatkan unit dari berbagai pos, seperti Pos Kalirungkut, Gunung Anyar, Jambangan, Grudo, serta dukungan armada DLH dan peralatan darurat BPBD Surabaya,” jelas Laksita.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya juga turut dikerahkan untuk mempercepat penanganan. Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, menyampaikan pihaknya menurunkan 23 unit tangki penyedot air yang disebar di berbagai titik strategis.


Ilustrasi Banjir Medcom.id

Selain banjir, DLH juga menangani dampak cuaca ekstrem berupa pohon tumbang dan sempalan. Sepanjang Minggu sore hingga malam, tercatat delapan kejadian pohon tumbang di berbagai lokasi, termasuk di Jalan Diponegoro, Jalan Tanjung Sadari, dan Jalan Darmokali.

“Kami rutin melakukan perantingan dan penanganan pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem. Prioritas kami memastikan tidak ada potensi bahaya bagi masyarakat,” tegas Dedik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)