Ketua Umum (Ketum) Strategic Advisory Council Elitery Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: Dok. Istimewa.
AI Ditekankan Mesti Berdampak pada Penciptaan Lapangan Kerja
Fachri Audhia Hafiez • 18 September 2026 21:57
Jakarta: Adopsi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dinilai mesti memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat luas. Khususnya pada penciptaan lapangan kerja.
"AI tidak hanya memudahkan tugas, tetapi juga harus berdampak bagi masyarakat dalam penciptaan lapangan kerja," jelas Ketua Umum (Ketum) Strategic Advisory Council Elitery Sandiaga Salahuddin Uno usai pertemuan virtual jajaran pimpinan Elitery bersama technology strategist Jamie Metzl, dikutip Jumat, 18 September 2026.
Baca Juga :
Pandangan tersebut sejalan dengan pembahasan mengenai lanskap transformasi AI, keamanan siber, hingga etika adopsi teknologi. Metzl menyoroti bahwa kehadiran AI menuntut organisasi untuk memahami kolaborasi yang efektif antara kapasitas manusia dan sistem otomatisasi.
"Organisasi perlu memahami bagaimana manusia dapat bekerja secara efektif bersama sistem AI. Kita perlu melihat pekerjaan secara lebih spesifik untuk menentukan bagian mana yang dapat diotomatisasi, diperkuat dengan AI, dan mana yang tetap membutuhkan keahlian serta pertimbangan manusia," ujar Metzl.
Metzl menambahkan, seiring meningkatnya kemampuan AI untuk menangani tugas-tugas dasar, manusia dituntut untuk memperjelas nilai tambah (value) unik yang tidak dapat digantikan oleh mesin. Di sisi lain, potensi teknologi AI saat ini memberikan peluang besar bagi sektor pertahanan siber untuk mendeteksi kerentanan sistem lebih awal.
"AI saat ini memberikan peluang bagi pihak yang bertahan untuk menemukan dan memperbaiki kerentanan sebelum pihak yang menyerang memiliki akses terhadap kemampuan teknologi yang sama," kata Metzl.

Ilustrasi artificial intelligence/AI. Foto: Dok. Medcom.id.
Direktur Utama Elitery Kresna Adiprawira mengungkapkan kesiapan perusahaan teknologi asal Indonesia ini untuk bertransformasi sebagai penyedia manajemen sumber daya AI (AI resource management company).
"Elitery melihat peluang untuk berkembang sebagai AI resource management company. Fokus kami bukan sekadar membangun AI, tetapi membantu klien mengelola lingkungan AI dan agen AI, sekaligus mengintegrasikannya dengan manusia serta sistem teknologi yang sudah mereka miliki," tutur Kresna.
Selain mengintegrasikan peran manusia dan mesin, Elitery tengah menjajaki kemitraan strategis dengan sejumlah laboratorium AI internasional untuk mendapatkan akses model AI mutakhir guna memperkuat infrastruktur keamanan siber di Indonesia maupun kawasan regional.