Ilustrasi. Foto: Medcom.id.
Berikut Tanda Peringatan Dini Anak Alami Masalah Mental
M. Iqbal Al Machmudi • 5 February 2026 10:23
Jakarta: Permasalahan mental pada anak dapat dilihat dari sejumlah aspek. Salah satunya, perubahan perilaku.
Hal itu disampaikan psikiater, dr Lahargo Kembaren, merespons peristiwa bunuh diri yang dilakukan seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut dia, perubahan perilaku adalah alarm paling penting, sehingga tidak dapat dianggap sepele.
“Perilaku anak berubah bukan tanpa sebab, itu cara jiwa meminta tolong," kata Lahargo, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut Lahargo, tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain menarik diri, menjadi sangat pendiam, perubahan drastis emosi seperi murung; mudah menangis.
Baca Juga :
Podium MI: Duka Ngada Aib Negara
Lahargo mengutip pernyataan WHO yang menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya. Namun sering tidak terbaca atau diabaikan.

Ilustrasi bunuh diri. Foto: Medcom.id.
Berdasarkan kajian WHO dan laporan tren nasional Kemenkes, faktor risiko utama bunuh diri pada anak usia sekolah dasar meliputi depresi, kecemasan berat, kesulitan regulasi emosi, perasaan bersalah berlebihan, merasa beban, tekanan ekonomi kronis, konflik keluarga, kekerasan verbal/fisik, dan orangtua mengalami stres berat atau gangguan mental.
Adapun faktor lingkungan seperti perundungan (bullying), isolasi sosial, atau paparan konten bunuh diri di media digital tanpa pendampingan.
"Kemenkes menunjukkan tren peningkatan kasus percobaan bunuh diri pada anak dan remaja dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya tekanan sosial-ekonomi dan digital," sebut Lahargo.
“Bunuh diri pada anak hampir selalu lahir dari akumulasi, bukan satu kejadian," ujar Lahargo.