Menkes: 22 RSUD Quick Win akan Selesai Maret-April 2026

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Adita Irawati dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026). ANTARA/Mecca Yumna

Menkes: 22 RSUD Quick Win akan Selesai Maret-April 2026

Achmad Zulfikar Fazli • 5 February 2026 17:15

Jakarta: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan 22 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dari 66 yang ditargetkan pembangunannya dalam program hasil terbaik cepat atau quick win akan selesai sekitar Maret atau April 2026. Sehingga, 22 RSUD tersebut bisa beroperasi.

"Kita akan laporkan, insyaallah pada akhir Februari, 16 akan selesai dan diharapkan Maret April 22-nya (RSUD) selesai," kata Menkes di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 5 Februari 2026.

Budi menjelaskan pada 2026, pembangunan 20 RSUD telah disetujui, dan 24 RSUD akan dibangun pada 2027.

"Yang sekarang sudah siap sampai akhir Februari ada sekitar 16 (RSUD), sehingga keenamnya diharapkan bisa selesai antara bulan Maret sampai April," ujar dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, Azhar Jaya, mengatakan rumah sakit tersebut dilengkapi berbagai fasilitas untuk menangani berbagai penyakit katastropik, seperti kanker, sakit jantung, strokes, dan masalah ginjal atau uronefrologi (KJSU).

"Nah dengan kita harapkan kita bangun rumah sakit tipe madya ini, maka 80 persen penyakit yang ada di masyarakat, termasuk untuk jantung, stroke, kemudian cancer, urologi, nephro, dan ibu dan anak, itu 80 persen bisa diselesaikan di rumah sakit ini," kata Azhar.
 

Baca Juga: 

Menkes: 14 Rumah Sakit Canggih Siap Diresmikan Presiden Prabowo



Ilustrasi. Medcom

RS yang dibangun juga memenuhi ketentuan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Sehingga, desainnya ramah disabilitas dan tahan gempa hingga 8 skala richter.

Azhar menyebutka pemerintah mengucurkan Rp20 miliar untuk melengkapi berbagai fasilitas medis yang dibutuhkan RSUD. Dia menyebutkan ada sejumlah alat kesehatan yang masih dalam proses pengiriman, seperti Catheterization Laboratory (cath lab).

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti, mengatakan ada sejumlah cara untuk memastikan rumah sakit itu memiliki tenaga kesehatan yang dibutuhkan, seperti melalui penugasan khusus berinsentif.

"Kemudian residency deploy, yang ketiga itu adalah terkait dengan penugasan dari rumah sakit pusat," kata Yuli.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Adita Irawatim mengatakan pembangunan 66 rumah sakit yang lengkap dan berkualitas di daerah adalah salah satu dari tiga program quick win di bidang kesehatan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Untuk bisa meningkatkan kesehatan masyarakat dan pada akhirnya kita punya kualitas sumber daya manusia untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045," kata Adita.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)