KTT D-8 2026 di Jakarta, Kemenlu: Persiapan Berjalan Lancar

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang. Foto: Kemenlu RI

KTT D-8 2026 di Jakarta, Kemenlu: Persiapan Berjalan Lancar

Muhammad Reyhansyah • 3 February 2026 23:30

Jakarta: Indonesia memastikan seluruh persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-12 Developing-8 (D-8) Organization for Economic Cooperation di Jakarta pada 12–15 April 2026 berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Kepastian ini disampaikan Kementerian Luar Negeri RI seiring resminya Indonesia menjabat sebagai Ketua D-8 periode 2026–2027 sejak 1 Januari 2026.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan bahwa rangkaian persiapan KTT yang akan menjadi puncak keketuaan Indonesia di D-8 telah berlangsung secara intensif dan terkoordinasi.

“Persiapan berjalan dengan lancar dan baik. KTT D-8 akan diselenggarakan pada 12–15 April 2026, dan saat ini proses persiapan berjalan dengan lancar,” ujar Yvonne saat ditemui awak media di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Yvonne menjelaskan, Indonesia telah mengirimkan undangan resmi kepada para Menteri Luar Negeri negara anggota D-8. Selain itu, proses pengiriman undangan kepada para Kepala Negara juga tengah berjalan.

“Undangan untuk Menteri Luar Negeri sudah kami sampaikan, dan untuk Kepala Negara prosesnya sedang berjalan,” katanya.

Saat ditanya mengenai konfirmasi kehadiran para pemimpin negara anggota D-8, Yvonne menyebut bahwa sejumlah negara telah menyampaikan respons awal, namun belum dapat diumumkan secara terbuka.

“Sejauh ini sudah ada beberapa konfirmasi, tetapi kami belum bisa menyampaikan detailnya. Kami menghormati proses internal masing-masing negara,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kemenlu akan menyampaikan secara resmi daftar negara dan agenda utama setelah seluruh konfirmasi terkonsolidasi.

Sebagai Ketua D-8, Indonesia mengusung tema “Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity” untuk memperkuat solidaritas negara-negara Global South di tengah dinamika geopolitik global dan tantangan terhadap multilateralisme.

Dalam masa keketuaannya, Indonesia memprioritaskan pendalaman integrasi ekonomi dan perdagangan, termasuk pengembangan ekonomi halal, promosi ekonomi biru dan transisi hijau, peningkatan konektivitas dan transformasi digital, serta penguatan tata kelola organisasi. 

Sebagai bagian dari KTT ke-12, Indonesia juga akan menggelar Business and Investment Forum serta Halal Expo guna memperkuat jejaring pelaku usaha dan ekosistem ekonomi halal antarnegara anggota.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)