Arsip foto- Petir dan kilat menyambar saat hujan deras mengguyur Kota Palembang, Sumatera Selatan. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Warga Lampung Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
Silvana Febiari • 1 February 2026 21:13
Bandar Lampung: Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Masyarakat juga diingatkan agar tidak lengah saat beraktivitas di luar rumah.
"Kami minta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang bisa datang tiba-tiba,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari dalam keterangannya seperti dilansir Antara, Minggu, 1 Februari 2026.
Ia mengatakan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung memprakirakan hujan ringan hingga lebat mengguyur hampir seluruh wilayah Lampung dalam tiga hari ke depan.
"Potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi pada siang hingga malam hari hingga 2 Februari mendatang," katanya.
Wilayah yang berpeluang terdampak cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Metro, Lampung Timur, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Mesuji. Kondisi ini berpotensi memicu genangan, pohon tumbang, hingga gangguan jarak pandang di jalan.
"Kewaspadaan juga ditekankan bagi pengendara kendaraan bermotor yang beraktivitas di tengah hujan," ungkapnya.
Menurut Yuyun, kecelakaan terjadi karena pengemudi memaksakan laju saat cuaca memburuk. “Saat hujan deras, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, pastikan lampu kendaraan menyala, dan berhenti di tempat aman bila jarak pandang turun drastis,” ujarnya.

Arsip foto- Petir dan kilat menyambar saat hujan deras mengguyur Kota Palembang, Sumatera Selatan. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Selain pengguna jalan darat, masyarakat pesisir dan pelaku perjalanan laut juga diminta lebih berhati-hati. Hal ini menyusul adanya peringatan gelombang sedang dengan ketinggian mencapai 2,1 meter.
“Nelayan dan penyeberang diminta menunda pelayaran bila cuaca memburuk serta selalu mengikuti arahan petugas pelabuhan dan selalu memantau informasi dari BMKG," tegasnya.
Untuk meminimalkan dampak risiko, lanjut dia, kepolisian mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan kondisi berbahaya di lapangan.
"Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mengantisipasi situasi darurat. Laporkan segera ke petugas terdekat bila melihat kondisi berbahaya di jalan atau perairan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tandasnya.