Ilustrasi cuaca. Foto: Medcom.id.
Peralihan Musim, Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Atalya Puspa • 1 April 2026 08:46
Jakarta: Indonesia mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Dalam prospek cuaca periode 31 Maret hingga 6 April 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di berbagai wilayah.
BMKG dalam keterangannya menyebutkan, saat ini Indonesia tengah berada pada fase peralihan dari dominasi monsun Asia menuju monsun Australia. Peralihan ini umumnya ditandai dengan berkurangnya curah hujan secara bertahap. Namun, dalam kondisi atmosfer saat ini, sejumlah faktor justru masih mendukung terbentuknya hujan dengan intensitas signifikan.
“Penguatan monsun Australia memang mulai terjadi dan membawa massa udara yang relatif lebih kering. Namun, dinamika atmosfer lain seperti aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin masih cukup aktif dan berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan,” tulis BMKG dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 1 April 2026.
Pada periode 31 Maret hingga 2 April 2026, hujan ringan hingga sedang diprakirakan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, masyarakat perlu mewaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah, termasuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
BMKG bahkan menetapkan status siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah. Yakni Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Barat. Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Nusa Tenggara Timur.

Ilustrasi cuaca. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa.
Memasuki periode 3 hingga 6 April 2026, kondisi cuaca relatif tidak banyak berubah. Hujan ringan hingga sedang masih mendominasi, dengan potensi hujan sedang hingga lebat tetap terjadi di berbagai wilayah. Status siaga hujan lebat tercatat di Kepulauan Bangka Belitung dan Jawa Timur.
BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca yang masih dinamis ini perlu menjadi perhatian serius, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran. Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi mengganggu perjalanan, baik darat, laut, maupun udara.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta dampak lain seperti pohon tumbang dan baliho roboh. BMKG mengingatkan agar masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang rapuh saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.
“Cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga penting bagi masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan melakukan langkah antisipatif,” tulis BMKG.