Ilustrasi. Foto: Freepik.
Laba BNC Melonjak 2.745%, Tembus Rp565,69 Miliar
Ade Hapsari Lestarini • 31 March 2026 17:20
Jakarta: PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mencatat laba bersih sebesar Rp565,69 miliar sepanjang 2025. Hal ini seiring penguatan fundamental bisnis dan peningkatan efisiensi operasional.
Direktur Utama BNC Eri Budiono menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil dari strategi transformasi bisnis yang dijalankan secara konsisten dengan fokus pada pertumbuhan berkualitas dan pengelolaan risiko yang disiplin.
"2025 menjadi momentum penting bagi Bank Neo Commerce dalam memperkuat fundamental bisnis dan memastikan setiap langkah pertumbuhan yang kami lakukan tetap berada dalam koridor kehati-hatian," jelas Eri, dalam keterangan tertulis, Selasa, 31 Maret 2026.
Bank Neo Commerce mencatatkan laba bersih sebesar Rp565,69 miliar pada akhir 2025 yang mencerminkan konsistensi Bank dalam menjalankan transformasi bisnis secara terukur dan berkelanjutan.
"Kepercayaan nasabah yang terus meningkat menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan perbankan digital yang aman, andal, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami akan terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjaga disiplin dalam pengelolaan risiko dan menjaga tata kelola yang baik sebagai landasan utama dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang dan melanjutkan momentum pencapaian positif hingga ke tahun-tahun selanjutnya," papar dia.
Hingga Desember 2025, BNC membukukan total aset sebesar Rp18,97 triliun, tumbuh 8,99 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp17,41 triliun pada Desember 2024. Sedangkan dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp14,03 triliun, meningkat 7,37 persen YoY dari Rp13,06 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan dana tabungan yang mencapai Rp3,50 triliun, naik dari Rp3,09 triliun pada Desember 2024.
Deposito yang tetap terjaga di level Rp9,86 triliun, mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah terhadap layanan digital BNC. Selain itu, BNC terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Hingga akhir 2025, tercermin dari NPL Net yang tetap terkendali pada level 0,89 persen. Kondisi likuiditas yang kuat tercermin pada Loan to Deposit Ratio (LDR) pada level 51,21 persen dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 614,93 persen menjadi basis untuk untuk ekspansi pertumbuhan kredit ke depannya.
.jpg)
Profitabilitas melonjak
BNC mencatatkan peningkatan signifikan pada profitabilitas dengan laba bersih tahun berjalan (YTD) meningkat 2.745 persen menjadi sebesar Rp565,69 miliar, meningkat tajam dibandingkan Rp19,88 miliar pada 2024. Sedangkan dari sisi efisiensi, rasio BOPO membaik signifikan menjadi 84,18 persen, dibandingkan 99,34 persen pada tahun sebelumnya. Cost to Income Ratio (CIR) tercatat stabil di 31,33 persen, sementara Net Interest Margin (NIM) berada pada 14,39 persen.
Kinerja profitabilitas juga tercermin pada Return on Assets (ROA) yang meningkat menjadi 3,11 persen dari 0,10 persen, serta Return on Equity (ROE) yang meningkat menjadi 15,13 persen dari 0,59 persen pada tahun sebelumnya. BNC mempertahankan posisi permodalan yang kuat dengan modal inti sebesar Rp4,03 triliun, meningkat dari Rp3,32 triliun pada tahun sebelumnya. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat 49,07 persen, meningkat signifikan dibandingkan 35,30 persen pada tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan Laba Bersih.
Selain itu, perseroan terus memperkuat kapabilitas digital melalui pengembangan layanan transaksi harian, pembiayaan digital bagi individu dan pelaku UMKM, serta solusi pengelolaan keuangan yang semakin mudah diakses melalui aplikasi neobank. Komitmen terhadap keamanan data dan keandalan sistem teknologi informasi tetap menjadi prioritas utama dalam mendukung pengalaman layanan yang aman dan seamless bagi nasabah.
Seiring dengan penguatan fundamental dan kinerja keuangan yang konsisten, saham BBYB resmi menjadi salah satu anggota baru Indeks Economic 30, yang mulai berlaku pada 2 Maret 2026. Keanggotaan dalam indeks tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek Perseroan, serta memperkuat posisi BNC sebagai salah satu bank dengan layanan digital yang semakin diperhitungkan di industri perbankan nasional.
Fokus strategis 2026
Memasuki 2026, Perseroan akan menitikberatkan strategi pada penyaluran kredit yang berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. BNC akan terus meningkatkan kapabilitas produk dan menambah mitra guna memperluas potensi bisnis serta memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif.
Eri menyampaikan optimisme terhadap prospek Perseroan ke depan seiring dengan penguatan fundamental bisnis yang telah dibangun sepanjang 2025.
"Memasuki 2026, kami akan terus fokus pada pertumbuhan kredit yang berkualitas serta mengoptimalkan potensi bisnis melalui penguatan produk dan layanan perbankan digital untuk meningkatkan potensi fee based income. Salah satu inisiatif strategis yang tengah kami siapkan adalah peluncuran layanan Buy Now Pay Later (BNPL) dengan mitra yang direncanakan hadir pada pertengahan 2026, sebagai bagian dari upaya kami dalam memperluas akses pembiayaan yang aman, terukur, dan relevan dengan kebutuhan nasabah," tutup Eri.