Taiwan Tuduh Tiongkok Incar Teknologi Chip untuk Hindari Pembatasan Global

Ilustrasi industri semikonduktor dan chip. (Anadolu Agency)

Taiwan Tuduh Tiongkok Incar Teknologi Chip untuk Hindari Pembatasan Global

Muhammad Reyhansyah • 7 April 2026 13:19

Taipei: Taiwan menuduh Tiongkok berupaya memperoleh teknologi manufaktur chip canggih dan talenta industri semikonduktor dari pulau tersebut sebagai bagian dari strategi untuk menembus “pembatasan” global terhadap Beijing.

Dalam laporan kepada parlemen, Biro Keamanan Nasional Taiwan menyatakan bahwa Tiongkok berupaya “memikat” industri teknologi tinggi Taiwan, termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor, untuk membangun atau mempertahankan operasi di Tiongkok.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Tiongkok terus menggunakan jalur tidak langsung untuk merekrut tenaga ahli Taiwan, mencuri teknologi, serta memperoleh barang yang dikontrol, dengan tujuan menguasai teknologi inti seperti chip proses canggih milik Taiwan.

Dikutip dari AsiaOne, Selasa, 7 April 2026, langkah ini terjadi di tengah meningkatnya upaya Beijing untuk mencapai kemandirian teknologi di sektor semikonduktor, seiring persaingan teknologi yang semakin intens dengan Amerika Serikat.

Taiwan, yang diklaim Tiongkok sebagai bagian wilayahnya, secara rutin melaporkan upaya perusahaan Tiongkok yang mencoba merekrut tenaga ahli dan memperoleh teknologi secara ilegal. Pemerintah Taiwan juga menerapkan aturan ketat untuk mencegah teknologi paling canggih jatuh ke tangan Tiongkok.

Pulau tersebut merupakan rumah bagi TSMC, produsen chip kontrak terbesar di dunia yang memasok perusahaan global seperti Nvidia dan Apple.

Selain upaya di bidang teknologi, laporan tersebut juga mengungkap potensi penggunaan metode hibrida oleh Tiongkok, termasuk teknologi deepfake dan jajak pendapat palsu, untuk memengaruhi pemilihan lokal Taiwan yang akan digelar akhir tahun ini.

Menurut laporan yang ditinjau Reuters, jaringan layanan pemerintah Taiwan menghadapi lebih dari 170 juta upaya peretasan pada kuartal pertama tahun ini.

“Tidak dapat dikesampingkan bahwa Partai Komunis Tiongkok sedang mempersiapkan langkah untuk mencampuri pemilu akhir tahun di Taiwan, dengan tujuan memperluas pengumpulan intelijen, pengawasan, dan pencurian data,” demikian isi laporan tersebut.

Taiwan juga terus menghadapi tekanan militer dari Tiongkok. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, lebih dari 420 pesawat militer Tiongkok terdeteksi beroperasi di sekitar wilayah Taiwan, dengan kapal angkatan laut Tiongkok melakukan 10 patroli kesiapan tempur bersama.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa Partai Komunis Tiongkok menghadapi tekanan internal dan eksternal, termasuk perlambatan ekonomi dan persaingan geopolitik, namun tetap melanjutkan berbagai bentuk ancaman terhadap Taiwan, termasuk intimidasi militer.

Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing dan menegaskan bahwa masa depan pulau tersebut hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya sendiri.

Baca juga:  Taiwan Deteksi Lagi Aktivitas Pesawat Militer Tiongkok usai Dua Pekan Mereda

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)