77 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, BPBD Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

Tim Gabungan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, memadamkan api karhutla di Kecamatan Penajam, April 2024. (ANTARA/HO BPBD Kabupaten PPU).

77 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, BPBD Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

Whisnu Mardiansyah • 1 April 2026 16:20

Samarinda: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini menyusul terdeteksinya sekitar 77 titik panas atau hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah provinsi tersebut.

Koordinator Pusdalops BPBD Kaltim, Cahyo Kristanto menyatakan pihaknya saat ini tengah menunggu penetapan status siaga bencana hidrometeorologi dari pemerintah provinsi. Status tersebut menjadi dasar penguatan penanganan di lapangan.

“Status siaga masih menunggu SK Gubernur. Regulasinya sedang berproses dan kami berharap dalam waktu dekat sudah ditetapkan,” ujar Cahyo di Samarinda seperti dilansir Antara, Rabu, 1 April 2026, 

Meskipun status resmi belum turun, kata Cahyo, BPBD Kaltim tetap bergerak melakukan antisipasi. Langkah itu terutama diambil menjelang puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Juli hingga September mendatang. Kesiapan sarana dan prasarana, seperti mesin pompa air, mulai dipastikan agar respons di lapangan dapat berjalan lebih cepat.
 


Cahyo menekankan, kunci utama pengendalian karhutla adalah kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), perusahaan perkebunan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) dinilai sangat krusial.

“Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerja sama semua pihak agar lebih efektif,” ujarnya.

Berdasarkan evaluasi pada tahun 2023, hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kondisi tersebut terutama terjadi di kawasan lahan gambut yang mudah terbakar saat kekeringan.


Ilustrasi karhutla. Foto: Dok. Media Group Network (MGN).

Saat ini, titik panas terpantau di Kabupaten Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, hingga Kota Bontang.

Meskipun potensi hujan masih ada, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak memicu kebakaran. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan.

“Kami minta masyarakat lebih waspada. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar karena risikonya sangat besar,” ucap Cahyo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)