Mantan Wakil Luar Negeri Dino Patti Djalal. (Metrotvnews.com)
KTT Perdana Board of Peace: Dino Patti Djalal Soroti Dominasi Trump
Muhammad Reyhansyah • 20 February 2026 15:08
Jakarta: Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menilai peran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian terkait transisi Gaza terlihat sangat dominan, sementara proses di lapangan masih rapuh dan penuh risiko.
Dalam unggahannya di platform X, Jumat, 20 Februari 2026, Dino menyebut BoP memang telah mulai bekerja, namun dinamika ke depan masih belum stabil dan menghadapi banyak tantangan.
“BoP sudah mulai bekerja, namun proses ke depan masih rapuh dan penuh risiko. Peran Donald Trump dalam BoP tampak (sangat) dominan,” tulis Dino, mengomentari konferensi tingkat tinggi perdana BoP di Washington pada Kamis kemarin.
Dino juga mengkritik minimnya empati dalam sejumlah pidato pejabat Amerika Serikat terhadap korban jiwa dan penderitaan warga Gaza selama dua tahun terakhir konflik berlangsung.
“Saya tidak merasakan empati dari pidato-pidato pihak Amerika terhadap korban jiwa dan penderitaan warga Gaza, bahkan tidak disinggung,” lanjut Dino.
Ia juga menilai pernyataan salah satu anggota eksekutif BoP yang menyinggung potensi nilai real estate dan bisnis di Gaza hingga mencapai USD150 miliar sebagai sesuatu yang kurang sensitif terhadap kondisi masyarakat setempat.
Di sisi lain, Dino mencatat belum terlihat adanya pembahasan mendalam mengenai aspek “political development” dalam masa transisi Gaza. Ia menilai fokus pembahasan lebih banyak pada aspek administrasi dan keamanan, sementara proses tersebut belum sepenuhnya dipimpin oleh Palestina.
“Proses di lapangan masih jauh dari Palestine-led process,” ujar Dino.
Dino juga menyoroti tata kelola dana yang dihimpun BoP yang menurutnya masih belum jelas dan berpotensi menjadi perhatian publik internasional.
Meski demikian, ia mencatat bahwa negara-negara Islam dan mayoritas Muslim yang tergabung dalam BoP sejauh ini terlihat kompak dalam menyikapi perkembangan situasi.
Sebelumnya, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace yang digelar di Donald J. Trump Institute, Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis, 19 Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimismenya dalam mendorong tercapainya perdamaian di Palestina.
Presiden Prabowo mengakui bahwa proses menuju penyelesaian konflik tidak akan mudah dan akan diwarnai berbagai hambatan. Namun ia menyatakan keyakinannya bahwa visi perdamaian yang nyata dapat diwujudkan.
“Kita tahu akan ada banyak hambatan, akan ada banyak kesulitan, tetapi kami sangat optimistis,” ujar Presiden Prabowo, dikutip dari tayangan resmi kanal YouTube The White House, Jumat, 20 Februari 2026.
Presiden Prabowo menambahkan bahwa meskipun akan muncul berbagai persoalan, upaya bersama pada akhirnya akan menghasilkan solusi damai yang langgeng bagi Palestina dan Gaza.
Baca juga: Trump Umumkan Komitmen Global Rekonstruksi Gaza di KTT Perdana BoP