Rumah warga di Gunungkidul terdampak longsor. (Dokumentasi/Pemkab Gunungkidul)
Rawan Longsor, Pemkab Gunungkidul Bakal Relokasi Hunian Warga Ngawen
Ahmad Mustaqim • 19 February 2026 11:19
Gunungkidul: Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merencanakan relokasi bagi warga di Dusun Jono, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen yang berada di lokasi rawan bencana longsor. Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan perlu pendekatan dan edukasi untuk bisa merelokasi warga dari tempat tinggalnya, yang telah tinggal puluhan tahun.
"Pasti akan berat meninggalkan tahan yang sudah puluhan tahun ditempati. Tapi, ini berkaitan dengan keselamatan nyawa, maka penting untuk disampaikan ke korban terdampak," kata Endah pada Kamis, 19 Februari 2026.

Gotong royong pembersihan material longsoran di area rumah warga di Kabupaten Gunungkidul. (Dokumentasi/Pemkab Gunungkidul)
Endah mengatakan kondisi geografis tempat tinggal warga rawan longsor dan mengancam keselamatan. Pemerintah, lanjut dia, sudah melakukan pemantauan sekitar 10 tahun terakhir.
"Untuk keamanan, saya minta agar satu keluarga yang ada di lokasi tertinggi mau dipindah ke tempat yang aman," kata dia.
Ia mengatakan jaminan keamanan dari ancaman longsor dalam jangka panjang hanya bisa didapat dengan cara merelokasi. Dia memastikan, pemerintah siap menyediakan lahan sekaligus membangun hunian baru bagi keluarga terdampak, bila bersedia direlokasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mencatat longsor terjadi berbagai lokasi akibat cuaca ekstrem pada Selasa, 17 Februari 2026, termasuk di Desa Tancep yang masuk kategori parah. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edy Winarya mengatakan ada 10 kepala keluarga (KK) di mengungsi di Balai Desa Tancep.
Selain itu, total ada 25 orang yang harus mengungsi sementara di Balai Dusun Wonosari, Desa Jurangjero. Sementara, sebaran dampak cuaca ekstrem terjadi di Kecamatan Gedangsari, Ngawen, Nglipar, dan Semin.