Harga Emas Memperpanjang Kenaikan

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Memperpanjang Kenaikan

Eko Nordiansyah • 23 February 2026 08:35

Chicago: Harga emas naik untuk sesi keempat berturut-turut pada Senin, 23 Februari 2026, memperpanjang kenaikan minggu lalu, karena tarif global baru Presiden AS Donald Trump dan data ekonomi AS baru-baru ini meningkatkan permintaan aset safe-haven.

Dikutip dari Investing.com, harga emas spot terakhir naik 0,8 persen menjadi USD5.143,55 per ons. Kontrak Berjangka Emas AS naik 1,7 persen menjadi USD5.165,86. Harga emas naik lebih dari satu persen pekan lalu karena ketegangan geopolitik antara AS dan Iran memicu sentimen menghindari risiko.

Baca Juga :

Ketidakpastian Tarif Trump Bikin Harga Minyak Dunia Ambles


(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Kekhawatiran tarif baru Trump

Presiden Trump mengatakan akhir pekan lalu bahwa ia akan mengenakan tarif 10 persen pada impor global selama 150 hari berdasarkan Pasal 122 undang-undang perdagangan AS, setelah Mahkamah Agung AS membatalkan rezim tarif sebelumnya yang lebih luas.

Pemerintahan kemudian menaikkan tarif menjadi 15 persen, maksimum yang diizinkan berdasarkan undang-undang tersebut, yang meningkatkan kekhawatiran tentang tindakan balasan dan potensi gangguan pada rantai pasokan global.

Pengumuman tarif tersebut membebani sentimen risiko, mendorong investor untuk beralih ke aset aman tradisional seperti emas batangan dan obligasi pemerintah AS. Ketidakpastian mengenai durasi dan cakupan tarif, serta kemungkinan tantangan hukum dan kongres, menambah volatilitas pasar.

Harga emas juga mendapat dukungan dari data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu. Produk domestik bruto AS tumbuh pada tingkat tahunan 1,4 persen pada kuartal keempat, menandai perlambatan tajam dari kuartal sebelumnya.

Pada saat yang sama, indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi, indikator inflasi yang lebih disukai oleh Federal Reserve, menunjukkan harga naik 2,9 persen secara tahunan pada bulan Desember, dengan ukuran inti sekitar 3,0 persen, tetap di atas target dua persen bank sentral.

Kombinasi perlambatan pertumbuhan dan inflasi yang masih tinggi memperkuat daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan sebagai penyimpan nilai.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)