Kantor pusat PBOC. Foto: Xinhua/Cai Yang.
Tiongkok Borong Hampir 20 Ton Emas pada Juli 2026
Husen Miftahudin • 16 August 2026 16:00
Beijing: Bank Sentral Tiongkok, People's Bank of China (PBOC) kembali menambah cadangan emas pada Juli 2026 dengan pembelian mencapai hampir 20 metrik ton. Jumlah tersebut menjadi penambahan bulanan terbesar sejak Oktober 2023.
Dilansir dari Yahoo Finance, Minggu, 16 Agustus 2026, PBOC mencatat kenaikan cadangan emas sebesar 640 ribu troy ons. Dengan penambahan tersebut, total cadangan emas Tiongkok mencapai sekitar 76,08 juta troy ons atau setara dengan 2.336 metrik ton.
Pembelian emas tersebut pun turut memperpanjang tren akumulasi yang telah dilakukan Tiongkok selama 21 bulan berturut-turut. Sejak awal 2026, Tiongkok tercatat telah menambah sekitar 20 metrik ton emas, termasuk 10 metrik ton pada Mei dan 15 metrik ton pada Juni.
Peningkatan pembelian emas tersebut menunjukkan minat Tiongkok terhadap emas sebagai salah satu aset cadangannya. Langkah tersebut dilakukan di tengah upaya pemerintah untuk mengurangi risiko yang berkaitan dengan mata uang, geopolitik, serta ketergangungan terhadap pihak lain.
.jpg)
(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Ketegangan geopolitik dorong minat emas
Adapun, ketegangan geopolitik turut meningkatkan daya tarik emas sebagai aset cadangan. Kondisi tersebut mendorong sejumlah bank sentral meningkatkan kepemilikan emas meskipun harga komoditas tersebut masih berada pada level tinggi.
Emas dinilai menjadi salah satu aset yang digunakan bank sentral untuk mendiversifikasi cadangan di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Meski data resmi menunjukkan peningkatan cadangan emas, angka tersebut dinilai belum tentu mencerminkan keseluruhan aktivitas pembelian emas oleh pemerintah Tiongkok.
Pembelian emas dapat dilakukan melalui sejumlah perusahaan milik negara sehingga tidak seluruh transaksi tercatat langsung dalam data cadangan emas bank sentral. (Tiaranissa Juliansyah)