Kebakaran Bromo Makin Mendekat, Objek Wisata Puncak Seruni Point Ditutup

Pengumuman penutupan Puncak Seruni Point akibat karhutla Bromo. ANTARA/HO-Disporapar Probolinggo

Kebakaran Bromo Makin Mendekat, Objek Wisata Puncak Seruni Point Ditutup

Whisnu Mardiansyah • 13 August 2026 12:48

Probolinggo: Pemerintah Kabupaten Probolinggo menutup sementara destinasi wisata Puncak Seruni Point akibat kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo yang masih berlangsung hingga Kamis, 13 Agustus 2026.

Sekretaris Daerah Probolinggo, Ugas Irwanto, mengatakan penutupan mulai diberlakukan pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB, menyusul posisi api yang telah mendekati kawasan wisata tersebut.

"Menindaklanjuti kondisi kebakaran di kawasan sekitar Gunung Bromo yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat dan pengunjung serta posisi api yang telah mendekati kawasan Puncak Seruni Point maka destinasi wisata tersebut ditutup sementara mulai Rabu (12 Agustus) pukul 20.00 WIB," ujarnya di Probolinggo, seperti dilansir Antara, Kamis, 13 Agustus 2026.

Selama penutupan, pengunjung dan masyarakat dilarang mendekati kawasan tersebut. Penutupan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan dan akan diinformasikan lebih lanjut.
 


Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menyebut penutupan dilakukan demi keselamatan wisatawan karena titik api bergerak ke arah Seruni Point. Sejak empat pintu masuk Bromo ditutup oleh TNBTS, kawasan itu menjadi ramai dikunjungi, bahkan pernah mencapai 2.000 orang.

Heri menambahkan, belum ada kerusakan fasilitas wisata karena sebagian besar terbuat dari beton. Petugas telah memasang portal dan rambu larangan melintas untuk mencegah wisatawan yang belum mengetahui penutupan.


Penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). (Dokumentasi/BPBD Kab. Malang)


"Wisatawan dan masyarakat diminta mematuhi barikade dan tidak mencoba menerobos ke kawasan yang berpotensi terdampak kebakaran Gunung Bromo," katanya.

Penutupan bersifat sementara hingga api di kawasan TNBTS yang mengarah ke objek wisata benar-benar padam dan dinyatakan aman. Pemkab Probolinggo berharap masyarakat dan wisatawan mendukung kebijakan ini demi keselamatan bersama. Informasi pembukaan kembali akan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah daerah dan TNBTS. Petugas akan terus memantau situasi di lapangan. Masyarakat diimbau bersabar dan mengutamakan keselamatan selama masa penutupan.

(Whisnu M)