Bandara Komodo, dok: Kemenhub
Daftar 5 Bandara di NTT yang Rusak akibat Gempa Bumi M 7,7
Putri Purnama Sari • 16 August 2026 10:57
Jakarta: Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, berdampak terhadap sejumlah fasilitas transportasi udara.
Berdasarkan laporan sementara, sebanyak lima bandara di NTT mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi tersebut. Kerusakan ditemukan pada sejumlah bangunan dan fasilitas pendukung bandara.
Lima bandara yang terdampak gempa bumi tersebut yakni:
- Bandara Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
- Bandara H Hasan Aroeboesman di Ende.
- Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
- Bandara Frans Sales Lega di Ruteng, Kabupaten Manggarai.
- Bandara Soa di Bajawa, Kabupaten Ngada.
Kerusakan Sejumlah Fasilitas Bandara
Kerusakan yang terjadi dilaporkan meliputi retakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas bandara. Beberapa di antaranya berada di area terminal, gedung administrasi hingga fasilitas pendukung keselamatan penerbangan.Di Bandara Soa, Bajawa, laporan sementara menunjukkan adanya kerusakan dengan kategori sedang pada runway. Kerusakan juga ditemukan pada sejumlah bangunan dan fasilitas pendukung bandara, termasuk munculnya retakan baru di beberapa bagian.
Dampak gempa bumi juga dirasakan pada layanan navigasi penerbangan. Sejumlah unit pelayanan tercatat terdampak, meliputi Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.
Meski sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan yang berada di lokasi terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat.
Kondisi masing-masing bandara masih dalam proses pemeriksaan untuk memastikan tingkat kerusakan dan keamanan fasilitas setelah gempa bumi. Kementerian Perhubungan juga melakukan koordinasi untuk memastikan keselamatan masyarakat serta kelancaran operasional transportasi udara di wilayah terdampak.
Bandara memiliki peran penting bagi konektivitas antardaerah di NTT. Sejumlah bandara di provinsi tersebut melayani penerbangan yang menghubungkan berbagai wilayah, termasuk daerah tujuan wisata seperti Labuan Bajo.
Data Pemerintah Provinsi NTT mencatat Bandara Komodo menjadi salah satu bandara dengan jumlah penumpang cukup tinggi di provinsi tersebut. Pada 2023, Bandara Komodo mencatat lebih dari 442 ribu penumpang datang dan sekitar 426 ribu penumpang berangkat.
Operasional Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berlangsung dengan sejumlah pembatasan setelah wilayah tersebut diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Pembatasan diterapkan menyusul ditemukannya retakan pada salah satu bagian taxiway akibat guncangan gempa yang berpusat di Nagekeo, NTT. Taxiway merupakan jalur yang digunakan untuk menghubungkan runway atau landasan pacu dengan apron, yakni area tempat pesawat parkir dan melakukan aktivitas sebelum maupun setelah penerbangan.
Meski terdapat kerusakan pada fasilitas tersebut, operasional penerbangan di Bandara Internasional Komodo tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi fasilitas dan aspek keselamatan penerbangan.