Wisatawan Italia berada di Polres Manggarai Barat, Kamis (13/8) dini hari.
Tertipu Agen Travel di Labuan Bajo, 6 Turis Asal Italia Terlantar
Media Indonesia • 13 August 2026 09:37
Labuan Bajo: Enam wisatawan asal Italia harus mencari kapal pengganti untuk tetap bisa menikmati keindahan Taman Nasional Komodo setelah rencana perjalanan mereka bersama Sabbar Cruise gagal terlaksana.
Masalah bermula ketika keenam wisatawan tersebut tidak bisa menghubungi pemilik travel agent Labuan Bajo Top, Kristoforus Aman alias Itok Aman, 32, pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Sebelumnya, Itok telah menghubungi pengelola Sabbar Cruise untuk memesan perjalanan empat hari tiga malam dengan biaya Rp79 juta. Uang muka Rp20 juta pun disetorkan dan digunakan manajemen kapal untuk persiapan, termasuk membeli bahan makanan, minuman, handuk baru, seprai, bed cover, dan perlengkapan lainnya.
"DP tersebut kami gunakan untuk persiapan perjalanan. Bahkan total belanja kami sudah mencapai sekitar Rp27 juta," kata pengelola Sabbar Cruise, Saputra, Kamis, 13 Agustus 2026.
Namun, saat keberangkatan tiba, para wisatawan tak bisa menghubungi Itok. Akhirnya mereka menyewa kapal lain dan baru kembali ke Labuan Bajo pada Rabu malam, 12 Agustus 2026.
Setelah kembali, keenam wisatawan mendatangi Polres Manggarai Barat untuk membuat laporan. Polisi berupaya menghubungi Itok, tetapi tidak berhasil.
Christian, salah satu turis Italia, mengaku kecewa. "Ini sudah ketiga kali saya datang berwisata ke Indonesia. Baru kali ini saya mengalami kejadian seperti ini, ditipu oleh travel agent," ujarnya di Mapolres Manggarai Barat, Kamis dini hari, 13 Agustus 2026.
Ia juga mengaku lelah dan belum sempat makan. Meski begitu, Christian dan kelima rekannya tetap bertahan di kantor polisi untuk menyelesaikan pengaduan hingga Kamis dini hari.

Sejumlah kapal ferry berlabuh di salah pelabuhan Komodo, Labuan Bajo. ANTARA/Kornelis Kaha
Agen Travel Tawarkan Paket Rp125 Juta
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Itok sempat menawarkan paket wisata senilai Rp125 juta kepada keenam turis Italia. Ia juga menghubungi kapal Telasa II dengan harga Rp113 juta, tetapi batal dan beralih ke Sabbar Cruise seharga Rp79 juta. Dari jumlah itu, baru Rp20 juta yang dibayarkan sebagai DP.
Manajemen Sabbar Cruise mengaku dirugikan karena persiapan yang sudah dilakukan mencapai Rp27 juta, melebihi DP yang diterima.
"Terkait hal ini kami sebetulnya tidak ada hubungan dengan tamu, tetapi dengan travel agent. Seharusnya agent yang bertanggung jawab. Pihak kapal juga menjadi korban dalam situasi ini," ujar Saputra.
Hingga berita ini diturunkan, Itok Aman belum dapat dikonfirmasi. Polisi menyebut ia berada di wilayah Mukun, Kabupaten Manggarai Timur.
Ini bukan kali pertama Itok Aman terseret kasus serupa. Pada Mei 2026, ia juga dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan dana wisatawan asal Malaysia dan Singapura senilai Rp85,2 juta. Saat itu, ia sempat ditahan, tetapi kemudian dibebaskan setelah mengembalikan seluruh kerugian korban.
Kini, kasus baru kembali menyeret namanya. Polisi masih mendalami alur pembayaran, hubungan antara wisatawan dan travel agent, serta penggunaan dana yang telah dibayarkan. Proses hukum terus berjalan. (Marianus Marselus)