Wabah Ebola yang menyerang Kongo dikhawatirkan semakin parah. Foto: Anadolu
WHO: Wabah Virus Ebola di Kongo Berpotensi Lampaui Epidemi Afrika Barat
Fajar Nugraha • 13 August 2026 15:24
Bunia: Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo berpotensi melampaui epidemi di Afrika Barat pada 2014–2016 jika terus berlangsung dengan laju saat ini.
Hal itu disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu, 12 Agustus 2026.
“Ini sudah menjadi epidemi Ebola terbesar kedua yang pernah tercatat dan penyebarannya lebih cepat dibandingkan wabah Ebola sebelumnya. Dengan laju saat ini, wabah ini berpotensi melampaui epidemi Ebola di Afrika Barat,” ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa.
Dikutip dari TRT World, Kamis 13 Agustus 2026, secara resmi sebanyak 4.449 kasus virus Ebola terkonfirmasi dan 2.061 kematian telah dilaporkan di lima provinsi dan 53 zona kesehatan.
Lonjakan wabah kian memprihatinkan di Provinsi Ituri, di mana hampir seluruh kasus (90%) dan kematian (80%) menumpuk di wilayah tersebut. Laporan setempat menunjukkan penularan masih masif di Bunia, Rwampara, Nizi, hingga Lita.
Situasi diperparah oleh temuan WHO bahwa mayoritas korban meninggal di pemukiman warga, bukan di pusat perawatan. Menurut Tedros, banyaknya kasus di luar pemantauan kontak menandakan adanya penularan tersembunyi yang belum berhasil diputus.
WHO dan para mitranya meningkatkan upaya pemantauan serta menargetkan peningkatan pelacakan kontak dari sekitar 80 persen menjadi 95 persen, sementara kapasitas perawatan diperkirakan meningkat tiga kali lipat menjadi 3.000 tempat tidur dalam waktu 12 minggu.
Di tengah keterbatasan medis akibat belum tersedianya obat dan vaksin resmi, penanganan wabah terus diupayakan. WHO menyampaikan bahwa sebanyak 886 pasien terbukti berhasil pulih.
Selain itu, lebih dari 21.000 kader kesehatan masyarakat juga telah mendapatkan pelatihan untuk memperkuat penanganan di lapangan.
(Razaqa Hariz)