PLN Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah Rp22,07 Triliun Sepanjang 2023

Gedung PLN. Foto: Dokumen PLN

PLN Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah Rp22,07 Triliun Sepanjang 2023

Annisa Ayu Artanti • 29 May 2024 13:54

Jakarta: PT PLN (Persero) membukukan laba bersih sepanjang 2023 sebesar Rp22,07 triliun. Keuntungan tersebut merupakan tertinggi dalam sejarah perseroan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, pencapaian ini merupakan buah dari transformasi menyeluruh yang terus dilakukan sejak tiga tahun terakhir.

"Capaian ini diperoleh atas perjuangan seluruh insan PLN yang menjalankan transformasi berbasis digital secara end to end. Mulai dari sistem pembangkit, transmisi, distribusi, pengadaan, sistem keuangan, sistem planning hingga restrukturisasi organisasi dan pelayanan pelanggan, sehingga kini PLN menjadi makin lincah, unified, kokoh dan trengginas," kata Darmawan dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juni 2024.

Laba bersih PLN 2023 dihasilkan dari total pendapatan usaha perseroan yang mencapai Rp487,38 triliun, meningkat Rp46,25 triliun dari 2022. PLN juga mencatat penurunan utang jangka panjang sekaligus jangka pendek sebesar Rp12,77 triliun.

"Torehan positif ini menjadi bukti PLN bukan hanya mampu merencanakan transformasi di level strategi, melainkan juga mampu mengeksekusinya hingga di level operasional," jelas Darmawan.
 

Baca juga: 

PLN Gandeng Masdar Kaji Ekspansi PLTS Terapung Cirata hingga 500 MWac

Penjualan tenaga listrik

PLN juga berhasil membukukan penjualan tenaga listrik sebesar 288,44 terawatt hour (TWh) atau bertumbuh 5,36 persen dari 2022.

Keberhasilan ini menurutnya, tak lepas dari inovasi-inovasi pemasaran melalui program intensifikasi yang meliputi promo tambah daya, akuisisi captive power dan kampanye electrifying lifestyle serta program ekstensifikasi yang meliputi electrifying agriculture & marine, dedieselisasi dan infrastruktur kendaraan listrik. Melalui beragam inovasi tersebut, PLN sukses meraih pendapatan penjualan tenaga listrik sebesar Rp333,19 triliun, meningkat Rp22,13 triliun dari 2022.

Darmawan juga menjelaskan, peningkatan pendapatan diraih bukan hanya dari penjualan tenaga listrik, melainkan juga dari pengembangan usaha di luar sektor ketenagalistrikan atau beyond kWh.

"Cara pandang pengembangan bisnis yang dulunya stagnan dan backward looking, sekarang menjadi lebih ekspansif, dinamis, dan forward looking," ujar Darmawan.

Terbukti sepanjang 2023, bisnis beyond kWh sukses berkontribusi secara signifikan pada pendapatan sebesar Rp10,27 triliun atau satu setengah kali lipat dari realisasi 2022.
Di tengah upaya mengakselerasi transisi energi di Tanah Air, lanjut Darmawan, PLN mengedepankan aspek corporate financial sustainability.

Hal ini dibuktikan dengan capaian saldo kas perusahaan 2023 yang meningkat tajam menjadi Rp55,92 triliun dan penurunan utang jangka panjang sebesar Rp4,24 triliun serta utang jangka pendek sebesar Rp8,53 triliun.
Kinerja ini ditopang oleh beragam inisiatif berupa Proactive Debt Management, pengendalian likuiditas, hingga sentralisasi dan digitalisasi pembayaran.

"PLN terus berupaya menghadirkan listrik yang tidak hanya andal, tapi juga berkelanjutan. Di tengah upaya transisi energi, PLN terus mengembangkan pembangkit berbasis energi baru dan terbarukan dengan menerapkan inisiatif keuangan yang prudent dan kokoh,” tutur Darmawan.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Annisa Ayu)