Begini Kondisi Harga Emas Setelah Rilis Data Inflasi AS

Ilustrasi emas. Foto: Unplash

Begini Kondisi Harga Emas Setelah Rilis Data Inflasi AS

Annisa ayu artanti • 15 March 2024 10:18

Jakarta: Harga emas memangkas beberapa kenaikan pada perdagangan Kamis setelah para pedagang mulai memperhitungkan harga yang kurang dovish dari Federal Reserve.

Hal itu terjadi lantaran laporan Indeks Harga Produsen (PPI) yang lebih panas dari yang diperkirakan. Akibatnya, imbal hasil obligasi Treasury AS naik, mendukung penguatan dolar Amerika Serikat.
 
Melansir FX Street, Jumat, 15 Maret 2024, XAU/USD diperdagangkan di sekitar USD2.160 dan naik 0,50 persen.
 

Baca juga: 

Harga Kontrak Emas Dunia Terus Naik, Bisa Sentuh USD2.203/Ons

Inflasi produsen melonjak

Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan ukuran inflasi di sisi produsen melonjak. Pada saat yang sama, Penjualan Ritel AS menunjukkan konsumen tetap tangguh, sementara orang yang mengajukan asuransi pengangguran menurun di bawah pembacaan dan estimasi sebelumnya.

Ketidakpastian mengenai prospek kebijakan bank sentral AS mendorong para investor untuk memangkas taruhan mereka bahwa the Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan Juni. Sementara itu, harga logam mulia turun karena imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun melonjak sepuluh basis poin dari 4,19 persen menjadi 4,29 persen.
 
Sedangkan untuk indeks dolar AS (DXY), sebuah pengukur kinerja dolar AS terhadap mata uang lainnya, naik 0,54 persen menjadi 103,33.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Annisa Ayu)