BSN Kucurkan Rp1,4 Triliun ke Pegadaian, Siapkan Integrasi Tabungan Emas Digital

Ilustrasi. Foto: Magnific.

BSN Kucurkan Rp1,4 Triliun ke Pegadaian, Siapkan Integrasi Tabungan Emas Digital

Ade Hapsari Lestarini • 8 June 2026 18:12

Jakarta: PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi memperkuat penetrasi pembiayaan produktifnya dengan menyalurkan fasilitas pembiayaan modal kerja senilai Rp1,4 triliun kepada PT Pegadaian. Langkah strategis ini dirancang untuk menyokong penguatan likuiditas, ekspansi layanan finansial berbasis syariah, sekaligus mempercepat integrasi layanan digital kedua institusi.

Prosesi penandatanganan perjanjian tersebut dilangsungkan di Kantor Pusat BSN Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026 oleh Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor dan Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran BSN sebagai mitra utama dalam industri keuangan syariah di Indonesia. Fasilitas pendanaan ini dikucurkan dalam bentuk BSN Modal Kerja-Line Facility dengan menggunakan akad Musyarakah yang sesuai dengan prinsip syariah.

"Melalui fasilitas pembiayaan ini, BSN tidak hanya mendukung kebutuhan modal kerja PT Pegadaian dalam memperluas layanan pembiayaan syariah, baik pada produk gadai syariah maupun pembiayaan nongadai, tetapi juga mempertegas komitmen kami untuk menghadirkan solusi keuangan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujar Alex, dalam keterangan tertulis, Senin, 8 Juni 2026.

Kolaborasi ini sekaligus menempatkan BSN sejajar dengan sejumlah bank besar yang telah lebih dahulu menjalin kerja sama pembiayaan dengan perusahaan pembiayaan milik negara tersebut. Menurut Alex, tren pertumbuhan pembiayaan syariah, khususnya pada segmen gadai syariah dan pembiayaan berbasis emas, terus menunjukkan potensi yang meningkat di Indonesia sehingga diharapkan mampu mendorong kontribusi industri terhadap perekonomian nasional.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha menekankan sinergi pembiayaan senilai Rp1,4 triliun ini menjadi bukti nyata atas tingginya kepercayaan mitra perbankan terhadap fundamental bisnis Pegadaian yang bertumbuh solid.

"Kerja sama ini akan menjadi motor penggerak baru bagi kami untuk memperluas jangkauan pembiayaan modal kerja yang inklusif, sekaligus mempercepat transformasi digital yang sedang gencar kami lakukan demi memberikan kemudahan mutakhir bagi seluruh nasabah," kata Ferdian.


 


Akselerasi integrasi digital


Tidak berhenti pada aspek pendanaan korporasi, BSN dan Pegadaian juga berkomitmen mengintegrasikan layanan mereka secara digital demi menjamin kenyamanan transaksi tanpa batas bagi nasabah. Saat ini, kedua pihak tengah mematangkan beberapa inisiatif digital yang sangat prospektif. Salah satu fokus utamanya adalah rencana penambahan fitur Tabungan Emas Pegadaian secara langsung di dalam aplikasi mobile banking milik BSN yang bernama Bale Syariah.

Melalui integrasi ini, nasabah BSN ke depannya dapat melakukan investasi, top-up, hingga memantau portofolio emas mereka tanpa harus berpindah aplikasi. Sebaliknya, perluasan jangkar transaksi Bank BSN juga akan menyentuh ekosistem digital milik Pegadaian melalui aplikasi Tring!. Kedua pihak tengah menjajaki penambahan opsi rekening BSN sebagai salah satu jalur utama untuk pencairan sekaligus pembayaran pinjaman di dalam aplikasi tersebut.

Kehadiran opsi ini dipastikan akan memangkas birokrasi transaksi dan memberikan fleksibilitas tinggi bagi para pengguna. Hubungan bisnis yang erat ini sejatinya telah terjalin lama. Sebelumnya, BSN telah bekerja sama dengan anak usaha Pegadaian, Galeri24, yang bertindak sebagai pemasok utama produk Logam Mulia G24 untuk menyokong produk cicilan emas milik BSN.

Ke depan, manajemen kedua institusi menegaskan kolaborasi tidak akan berhenti sampai di sini. Kedua belah pihak akan aktif mengeksplorasi potensi kerja sama strategis lainnya, seperti joint financing, cash management, digitalisasi transaksi bersama, hingga asset buying yang saat ini sedang dalam pembahasan lebih lanjut. Aksi korporasi skala besar ini didukung penuh oleh kinerja keuangan BSN yang ekspansif dan solid hingga periode Mei 2026. Berdasarkan data indikator utama perusahaan, BSN berhasil membukukan total aset mencapai sekitar Rp78,21 triliun.

Pertumbuhan tersebut disokong oleh penyaluran total pembiayaan yang mencapai Rp58,33 triliun. Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat berada di angka Rp61,15 triliun.

"Kinerja ini tentu menjadi amanah bagi BSN untuk terus memperluas peran, tidak hanya di segmen ritel dan konsumer, tetapi juga dalam mendukung pembiayaan produktif, kelembagaan, dan korporasi," jelas Alex.

(Ade Hapsari Lestarini)