Indonesia Bakal Tularkan Semangat Penguatan Atlet Disabilitas

Presiden ASEAN Para Sports Federation (APSF) Senny Marbun. Foto: Dok. Istimewa.

Indonesia Bakal Tularkan Semangat Penguatan Atlet Disabilitas

Siti Yona Hukmana • 8 June 2026 19:37

Jakarta: Indonesia akan menularkan semangat untuk menguatkan atlet disabilitas di negara-negara anggota Federasi Olahraga Disabilitas Asia Tenggara atau ASEAN Para Sports Federation (APSF). Pasalnya, masih banyak negara-negara di ASEAN memarjinalkan masyarakat difabel. 

"Kita dahulu juga sama-sama termarjinalkan, tetapi kita sekarang sudah memiliki lahan sepuluh hektare untuk training center. Itu yang perlu kita tularkan kepada negara-negara lain," kata Presiden APSF Senny Marbun dalam keterangannya, Senin, 8 Juni 2026.

Lebih lanjut, mantan atlet lempar para atletik ini ingin prestasi negara-negara di Asia Tenggara lebih maju lagi ke depannya. Seperti Indonesia yang juara tiga kali berturut-turut di ASEAN Para Games dan mendapat medali di Paralympic. 

"Sekarang saya ingin negara-negara Asia Tenggara mengikuti jejak Indonesia, agar bisa terus melangkah ke depan," ujar Senny.

Senny terpilih sebagai Presiden APSF periode 2026-2030, menggantikan Osoth Bhavilai dari Thailand. Dengan terpilihnya Senny, kantor kesekretariatan APSF yang sebelumnya berlokasi di Thailand akan dipindahkan ke Indonesia.

APSF kepengurusan yang baru akan menyelesaikan seluruh dokumen dari kepengurusan yang lama. APSF juga akan mendampingi anggotanya bertarung dalam ajang ASIAN Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, pada Oktober mendatang. 

Termasuk, pesta olahraga disabilitas Asia Tenggara, yakni ASEAN Para Games 2027 yang akan dilangsungkan di Malaysia. Wakil Presiden bidang Olahraga dan Teknis, Teo-Koh Sock Miang, menambahkan APSF akan menyelenggarakan single event di negara-negara yang olahraga disabilitasnya belum berkembang. 

Menurutnya, masih ada negara-negara yang belum siap dan belum mampu menyelenggarakan kompetisi multievent yang mencakup banyak cabang olahraga. Maka itu, APSF akan mendorong negara-negara tersebut untuk menggelar single event, agar bidang-bidang yang lain ikut terangkat, seperti klasifier, tenaga teknis lapangan atau leadership melalui sejumlah pelatihan. 

"Jadi pada intinya kita bisa maju bersama-sama," kata Teo-Koh Sock Miang.
 
Pengurus ASEAN Para Sports Federation (APSF) periode 2026-2030. Foto: Dok. Istimewa.

Terobosan lain yang akan dilakukan yakni multievent olahraga khusus untuk generasi muda. Keberadaan kompetisi ini memungkinkan setiap negara anggota APSF melakukan regenerasi atlet. Menurutnya, penting memperhatikan generasi berikutnya, agar tidak terjadi generation gap. 

"Kita mulai memikirkan untuk bisa menyelenggarakan youth games. Jadi, kejuaraan untuk atlet-atlet pemula atau atlet muda," ungkap Teo-Koh Sock Miang.
 
Adapun, kepengurusan APSF periode 2026-2030 yang dipimpin Senny akan dibantu empat wakil presiden di bidang berbeda. Mereka ialah Teo-Koh Sock Miang (Singapura), Y.E. Yi Veasna (Kamboja), Michael Barredo (Filipina), dan Than Than Htay (Myanmar).
 
Ada pula sosok Ali Yusri Abdul Ghafur dari Brunei Darussalam yang menempati jabatan bendahara, serta Sukanti Rahardjo Bintoro dari Indonesia yang menjabat sebagai sekretaris jenderal.

(Siti Yona Hukmana)