Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, AS Evakuasi 17 Warganya dari Spanyol

Kapal pesiar MV Hondius yang terkena wabah Hantarivus di Samudra Atlantik. Foto: Anadolu

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, AS Evakuasi 17 Warganya dari Spanyol

Dimas Chairullah • 11 May 2026 17:33

Washington: Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi mulai memulangkan 17 warganya dari kapal pesiar MV Hondius menyusul merebaknya wabah mematikan hantavirus di atas armada tersebut.

Proses repatriasi ini diumumkan langsung oleh Kementerian Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS pada hari Minggu waktu setempat.

Penerbangan sewaan khusus yang difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri AS telah mengangkut belasan warga negara tersebut. Evakuasi dilakukan tak lama setelah kapal MV Hondius berlabuh di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, pada hari Minggu. Hal tersebut dikonfirmasi oleh layanan kesehatan pemerintah melalui platform media sosial X, sebagaimana dikutip dari laporan kantor berita Anadolu, Senin, 11 Mei 2026.

Upaya evakuasi ini turut dikoordinasikan secara ketat oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menggunakan protokol keamanan tingkat tinggi. Dua penumpang yang dipulangkan satu orang mengalami gejala ringan dan satu lainnya telah terkonfirmasi positif terinfeksi virus harus ditempatkan secara khusus di dalam unit isolasi biologis tertutup selama penerbangan berlangsung.

Setibanya di AS, seluruh penumpang tersebut akan dievakuasi terlebih dahulu ke fasilitas University of Nebraska Medical Center yang berlokasi di Omaha. Bagi penumpang yang nantinya menunjukkan perkembangan gejala, mereka akan segera dipindahkan ke pusat perawatan khusus kedua.

"Setelah tiba di setiap fasilitas, setiap individu akan menjalani penilaian klinis dan menerima perawatan serta dukungan yang sesuai berdasarkan kondisi mereka," jelas pernyataan Departemen Kesehatan AS.

Saat ini, CDC telah mengklasifikasikan penanganan wabah tersebut sebagai respons darurat Level 3, yang merupakan tingkat aktivasi darurat terendah dalam skala kewaspadaan lembaga tersebut. Berdasarkan data dari pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), wabah ini telah mencatatkan lima kasus terkonfirmasi, dengan tiga pasien di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Para ilmuwan memastikan bahwa wabah di kapal pesiar ini dipicu oleh hantavirus strain Andes yang langka. Varian Andes ini diketahui sebagai satu-satunya jenis hantavirus yang memiliki kemampuan menular dari manusia ke manusia, yang umumnya menyebar melalui kontak fisik jarak dekat.

Laporan WHO turut mencatat bahwa dua penumpang yang meninggal dunia tersebut sebelumnya sempat melakukan perjalanan darat melintasi Argentina, Cile, dan Uruguay sebelum menaiki kapal MV Hondius.

Sebagai langkah antisipatif, para pejabat CDC menegaskan bahwa seluruh penumpang yang dievakuasi akan terus dipantau secara intensif selama sekitar enam minggu, durasi yang mencerminkan masa inkubasi virus tersebut. Di saat yang sama, otoritas kesehatan di beberapa negara bagian AS juga tengah bergerak cepat melacak para pelancong lain yang telah lebih dulu meninggalkan kapal pesiar tersebut sebelum wabah ini resmi dikonfirmasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)