Kick Andy Goes to Campus. (Dok. Metro TV)
Program Bank Sampah Budi Luhur Ubah Sampah Jadi Tabungan dan Produk Bernilai
Duta Erlangga • 8 May 2026 11:15
Jakarta: Universitas Budi Luhur mengembangkan program bank sampah yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, tetapi juga mengubah sampah plastik menjadi produk yang bernilai ekonomis. Program ini menjadi bagian dari implementasi nilai kebudiluhuran yang diterapkan kampus kepada mahasiswa.
Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Julian Bongsoikrama mengatakan sampah plastik diolah melalui proses pencacahan sebelum dijadikan berbagai produk kreatif seperti gantungan kunci dan barang lainnya.
“Filosofinya barang yang dianggap sampah kita menjadi ada berharga. Jadi bisa dijual sampai orang mau beli,” ujar Julian dikutip dalam program Kick Andy, Rabu, 7 Mei 2026.

Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Julian Bongsoikrama. (Dok. Metro TV)
Sampah Diolah Jadi Produk Bernilai
Julian menjelaskan program bank sampah di Universitas Budi Luhur lebih difokuskan pada pengolahan sampah plastik jenis PET. Sampah tersebut diproses hingga menjadi produk yang memiliki nilai jual.Selain mendukung pengurangan limbah, program ini juga bertujuan mengedukasi mahasiswa bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan tepat.
Baca Juga:
Telkomsel Raih PR Awards 2026 Asia Pasifik, #TelkomselJagaData Jadi Senjata Lawan Kejahatan Siber |
Universitas Budi Luhur juga bekerja sama dengan Pegadaian melalui program tabungan emas. Melalui program tersebut, hasil pengelolaan sampah dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi yang disimpan sebagai tabungan.
“Biar semuanya bisa mengedukasi bahwa sampah itu ada nilainya, apalagi kalau nilainya langsung ke rupiah,” kata Julian.
Bagian dari Pendidikan Karakter
Program bank sampah menjadi bagian dari penerapan nilai kebudiluhuran di lingkungan kampus. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga diminta menerapkan aksi nyata yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat.