Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar.
Ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 Bakal Tumbuh di Atas 5%, Ini Daya Gedornya
Husen Miftahudin • 29 July 2026 21:28
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tetap berada di atas lima persen, ditopang oleh investasi dan berbagai insentif yang diberikan pemerintah.
"Masih di atas lima (persen)," kata Airlangga saat menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 29 Juli 2026. Airlangga menekankan investasi masih menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026.
Menurut dia, permintaan investasi pada kuartal lalu relatif tinggi. Namun, sejumlah pelaku usaha masih mengharapkan penyelesaian berbagai hambatan berusaha melalui program debottlenecking yang dijalankan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP).
Ia menilai perbaikan iklim investasi yang terus dilakukan pemerintah akan memperkuat kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagai gambaran, komponen investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,96 persen secara tahunan pada kuartal I-2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh investasi pemerintah, termasuk pembangunan untuk mendukung program prioritas nasional, serta investasi swasta.
Sementara itu, perekonomian Indonesia pada kuartal I-2026 tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

(Ilustrasi investasi. Foto: Medcom.id)
Belanja pemerintah jadi penopang pertumbuhan
Selain investasi, Airlangga menilai belanja pemerintah akan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026. "Kuartal ketiga dan keempat tentu salah satu yang didorong adalah belanja pemerintah dan investasi," papar dia.
Hingga semester I-2026, realisasi belanja negara mencapai Rp1.656 triliun, meningkat 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Belanja pemerintah pusat menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp1.298,6 triliun, atau tumbuh 29,4 persen secara tahunan.
Kinerja investasi juga menunjukkan tren positif. Sepanjang semester I-2026, realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun, meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pemerintah berharap peningkatan investasi dan akselerasi belanja negara dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026.