Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Foto: Antara.
KLH Siapkan Gerakan Nasional Pemulihan Lingkungan
Anggi Tondi Martaon • 28 July 2026 17:11
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tengah menyiapkan Gerakan Nasional Pemulihan Lingkungan. Hal itu sebagai langkah strategis guna membangun kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa terhadap penanggulangan kerusakan alam.
Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat mengatakan bahwa gerakan ini mengusung pendekatan tobat ekologis nasional. "Kita punya ide untuk melakukan Gerakan Nasional Pemulihan Lingkungan demi menyatukan kesadaran individu, pengusaha, mahasiswa, hingga pemerintah pusat dan daerah," kata Jumhur dikutip dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.
Jumhur menjelaskan bahwa konsep tobat ekologis dihadirkan karena persoalan kerusakan lingkungan hidup di Indonesia merupakan dampak dari akumulasi kelalaian bersama dari berbagai pihak. Kelalaian yang sering dianggap sepele, seperti pembuangan sampah plastik sembarangan ke aliran sungai pada akhirnya berujung pada pencemaran laut yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat akibat mikroplastik.
KLH menilai penuntasan masalah sampah sangat penting. Sebab, Indonesia memproduksi hingga 51 juta ton sampah setiap tahun saat ini.
Siklus sampah yang tidak terpilah ini memicu darurat lingkungan. Sebab, melepas gas metana yang daya rusaknya 30 kali lipat lebih berbahaya dibanding karbondioksida (CO2). Hal itu memperparah bencana hidrometeorologi di wilayah pesisir yang dihuni 60 persen penduduk.
"Ya, dan itu sudah dalam persiapan dan mudah-mudahan di bulan Agustus bisa kita luncurkan gerakan pemulihan ekosistem secara terpadu, termasuk mahasiswa," ungkap Jumhur.

Ilustrasi lingkungan. Foto: Medcom.id.
Jumhur menegaskan program aksi ini tidak sebatas wacana moral. Melainkan ditindaklanjuti dengan langkah-langkah teknis penanganan lingkungan yang terorkestrasi secara nyata di lapangan.
Adapun program konkret lain yang juga disiapkan mencakup penanaman pohon secara masif. Lalu, ada juga gerakan pembersihan aliran sungai yang diimbangi dengan ketegasan menghentikan pembuangan limbah industri maupun sampah rumah tangga.
KLH menargetkan penanaman 2 miliar pohon di seluruh Indonesia. Hal itu bagian dari upaya memperbaiki kualitas lingkungan dan meningkatkan daya dukung ekosistem itu.