Warga mengantre untuk mengisi air saat distribusi air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan di Kampung Karacak RT 01/08, Desa Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 11 Juli 2026. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/agr
Kekeringan Meluas, 52 Ribu Warga Bogor Terdampak Krisis Air Bersih
Silvana Febiari • 23 July 2026 12:08
Bogor: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak kekeringan dan berkurangnya pasokan air bersih di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kian meluas sejak awal Juli 2026. Kondisi tersebut telah melanda sedikitnya 16.291 kepala keluarga (KK) atau 52.602 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor terus mendistribusikan pasokan air bersih secara berkala untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat terdampak.
“Petugas BPBD di lapangan terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis pasokan air akibat musim kemarau,” kata Abdul, dilansir dari Antara, Kamis, 23 Juli 2026.
Abdul Muhari menjelaskan pengerahan armada tangki air bersih terbaru menyasar sejumlah titik pemukiman di tiga kecamatan yang mengalami penurunan debit air secara signifikan.
Bantuan air bersih yang telah disalurkan antara lain meliputi pasokan sebanyak 4.000 liter untuk masyarakat di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup. Selain itu, pasokan air bersih sebanyak 2.500 liter disalurkan ke Desa Gadog di Kecamatan Megamendung, serta 5.000 liter dikirimkan untuk warga di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya.

Ilustrasi kekeringan. Foto: Dok. MGN.
Abdul memastikan ancaman kekeringan akibat puncak kemarau di Jawa Barat juga dalam pemantauan tim Direktorat Pengendalian Operasi BNPB. Pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor guna memastikan ketersediaan armada distribusi air bersih dan pasokan air layak konsumsi bagi warga terdampak tetap terjamin.