Cerita Haji Asal Bogor Siasati Suhu Panas 42 Derajat Celsius di Mina

Jemaah asal Cielungsi bertahan di dalam tenda di Mina, untuk menyelesaikan rangkaian kegiatan ibadah di Armuzna. (MI/Abdul Kohar)

Cerita Haji Asal Bogor Siasati Suhu Panas 42 Derajat Celsius di Mina

Media Indonesia • 29 May 2026 16:04

Makkah: Suhu udara di Mina, Arab Saudi, menembus angka 42 derajat Celsius pada hari kedua tasyrik atau 11 Zulhijah 1447 Hijriah. Meski cuaca ekstrem menyelimuti kawasan tersebut, jemaah haji asal Indonesia, khususnya dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tetap bertahan di tenda-tenda untuk menyelesaikan rangkaian ibadah.

Iwan Setiawan, haji asal Cileungsi, Kabupaten Bogor, menuturkan hawa panas sudah mulai terasa sejak pagi hari. Berdasarkan pantauan melalui aplikasi cuaca, suhu di Mina memang menunjukkan angka yang cukup tinggi bagi jemaah asal Indonesia.

“Secara cuaca memang panas. Kalau dilihat dari aplikasi, suhu di Mina ini sekitar 42 derajat Celsius,” ujar Iwan, dilansir dari Media Indonesia, Jumat, 29 Mei 2026. 
 


Meski demikian, Iwan dan rekan-rekannya mengaku sudah mengantisipasi kondisi ini. Sejak awal kedatangan di Makkah, petugas haji telah memberikan peringatan dini mengenai potensi suhu panas ekstrem yang akan dihadapi selama fase puncak haji.

“Sejak awal kami datang, para petugas sudah memberikan informasi bahwa cuaca di sini panas dan setiap jemaah diminta menjaga kondisi tubuh,” tambahnya.


Ilustrasi. Foto: Medcom.id.


Untuk menyiasati rasa gerah yang berlebih, jemaah melakukan berbagai upaya mandiri agar kondisi fisik tetap stabil. Contohnya, membasahi handuk untuk dikompreskan ke tubuh, menyemprotkan air (water spray) secara berkala ke wajah, dan selalu menggunakan payung saat harus keluar dari tenda.

“Sambil menunggu jadwal lontar jumrah di tenda Mina, jemaah punya cara masing-masing supaya tetap nyaman, seperti memakai handuk basah dan menggunakan payung,” ungkap Iwan.

(Silvana Febiari)