Founder & CEO IDN Winston Utomo (Foto:Dok.Internal IDN)
FORTUNE Indonesia Summit 2026: Menyimak Gagasan, Kepemimpinan, dan Kolaborasi Lintas Sektor
Rosa Anggreati • 16 February 2026 15:01
Jakarta: FORTUNE Indonesia Summit (FIS) 2026 resmi dibuka dengan pidato pembuka dari Founder & CEO IDN Winston Utomo. Dalam sambutannya, Winston menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif serta kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dinamika bisnis global yang terus berkembang. Ia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak boleh hanya berfokus pada angka semata.
“Valuasi bisa menarik perhatian, tetapi value yang menentukan ketahanan. Kita harus membangun bisnis yang menciptakan nilai nyata, bukan sekadar pertumbuhan angka,” ujar Winston.
Winston juga menambahkan bahwa forum ini diharapkan menjadi ruang dialog strategis bagi para pemimpin bisnis untuk merumuskan arah pertumbuhan yang relevan, berdampak, dan berkelanjutan.

Sesi Talkshow FORTUNE Indonesia Summit 2026 – “Crafting the New Way of Leadership” (Foto:Dok. Internal IDN)
Dalam sesi ini, Bani M. Mulia selaku President Director Samudera Indonesia, dan Managing Director Lubricants Shell Indonesia Andri Pratiwa, membahas transformasi kepemimpinan di tengah perubahan lanskap industri global. Diskusi menyoroti peran pemimpin dalam membangun ketangguhan organisasi, budaya adaptif, serta pengambilan keputusan yang responsif terhadap perubahan.
“Di tengah dinamika industri yang semakin kompleks, kepemimpinan bukan lagi tentang mengontrol perubahan, tetapi tentang menavigasinya dengan disiplin, data, dan keberanian mengambil keputusan,” kata Bani.

Sesi Talkshow FORTUNE Indonesia Summit 2026 – “Where Growth Meets High-Net-Worth” (Dok.Internal IDN)
Sesi ini mengulas strategi pertumbuhan bisnis dan pengelolaan kekayaan di tengah kompleksitas ekonomi global. Managing Director Southeast Asia Sotheby’s Jasmine Prasetio bersama Petronella Soan selaku Chief Operating Officer Central Mega Kencana, membahas pentingnya memahami perilaku konsumen kelas atas serta membangun kepercayaan melalui pendekatan jangka panjang.
Dalam diskusi tersebut, keduanya menekankan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh strategi pasar, tetapi juga oleh keselarasan nilai antara individu dan organisasi.
“Nilai yang kita pegang sebagai individu harus sejalan dengan nilai perusahaan tempat kita bekerja. Integritas adalah fondasi utama. Ketika value pribadi dan value perusahaan berjalan seirama, kepercayaan akan tumbuh secara alami, baik di dalam organisasi maupun di mata pelanggan,” ucap Petronella.
Petronella menambahkan di tengah dinamika ekonomi global, menjaga integritas dan konsistensi nilai menjadi kunci dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen serta memperkuat reputasi perusahaan.

Sesi Talkshow FORTUNE Indonesia Summit 2026 – “Reframing Technology: From Expense to Value" (Foto:Dok.Internal IDN)
Patrick Yip selaku Founding Partner Intudo, Co-founder & CEO Jago Coffee Yoshua Tanu, dan Devin Widya Krisnadi selaku CEO F&B ID – Kawan Lama Group, berbagi pandangan mengenai peran teknologi sebagai penggerak nilai bisnis. Diskusi menekankan bagaimana pemanfaatan teknologi dapat mendorong efisiensi, inovasi, serta keunggulan kompetitif yang berkelanjutan di berbagai sektor industri.
Dalam sesi tersebut, Yoshua Tanu menegaskan bahwa percepatan teknologi tidak selalu menjadi ancaman bagi industri yang berbasis pengalaman manusia.
“Perkembangan teknologi yang semakin pesat tidak membuat kami khawatir. Dalam bisnis kopi, aspek kemanusiaan tetap menjadi inti. Di Jago Coffee, kami mengutamakan hubungan yang dekat dan personal dengan konsumen. Teknologi justru membantu memperkuat koneksi itu, bukan menggantikannya,” ujar Yoshua Tanu.
Menurutnya, keseimbangan antara inovasi digital dan sentuhan manusia menjadi kunci dalam membangun brand yang relevan dan berkelanjutan di tengah perubahan zaman.
Hengky Adinata selaku Founder Remora Trader membahas pentingnya momentum, keyakinan, dan disiplin eksekusi dalam pengambilan keputusan investasi. Ia menyoroti perlunya pemahaman risiko dan konsistensi strategi dalam menghadapi dinamika pasar yang semakin volatil.
“Dalam pasar yang volatil, keputusan investasi tidak bisa hanya bergantung pada intuisi. Dibutuhkan momentum yang tepat, keyakinan yang terukur, serta disiplin dalam mengeksekusi strategi,” ucap Hengky.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan risiko yang matang menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tengah ketidakpastian pasar.
Deputy CEO Erajaya Group Hasan Aula, dan Reny Futsy Yama selaku Chief Marketing Officer AstraPay, membahas pergeseran ekspektasi konsumen di era digital yang semakin dinamis. Keduanya sepakat bahwa pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pelanggan, kecepatan adaptasi, serta personalisasi layanan menjadi faktor kunci dalam membangun loyalitas dan keberlanjutan bisnis.
Hasan menekankan bahwa perubahan perilaku konsumen, khususnya di kalangan Milenial dan Gen Z, menuntut perusahaan untuk lebih responsif terhadap tren dan preferensi generasi.
“Kami melihat konsumen saat ini semakin menekankan kualitas dan pengalaman. Karena itu, kami terus menyesuaikan strategi, termasuk pemanfaatan teknologi seperti AI, agar tetap relevan dengan kebutuhan dan karakter setiap generasi,” ujar Hasan.
Diskusi ini menegaskan bahwa di tengah kompetisi yang semakin ketat, kemampuan memahami konsumen secara presisi menjadi keunggulan strategis yang menentukan daya saing jangka panjang.
Andre Djokosoetono selaku CEO Bluebird Group, Co-founder & Group CEO ParagonCorp Harman Subakat, serta Santoso selaku Director Bank Central Asia, berbagi pandangan mengenai pentingnya nilai, budaya, dan kepemimpinan dalam menciptakan keunggulan jangka panjang. Diskusi menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kompetisi, tetapi juga oleh kekuatan internal dan kolaborasi berkelanjutan.
“Keunggulan jangka panjang dibangun dari fondasi nilai dan budaya yang kuat. Kompetisi akan selalu ada, tetapi yang menentukan keberlanjutan adalah konsistensi dalam memegang prinsip serta kemampuan berkolaborasi untuk menciptakan nilai bersama,” ucap Andre.
Ia menambahkan bahwa organisasi yang memiliki budaya solid akan lebih siap menghadapi dinamika industri dan menjaga relevansi di tengah perubahan.
William Sutanto selaku CEO & Co-Founder INDODAX, dan dr. Ben Widjaja selaku MBChB(UK), Co-founder & President Director Mandaya Hospital Group, berbagi perspektif mengenai peran generasi muda dalam mendorong inovasi dan transformasi lintas sektor. Sesi ini menyoroti kontribusi pemimpin muda sebagai motor penggerak masa depan industri Indonesia.
“Generasi muda memiliki keberanian untuk bereksperimen dan melihat peluang di tengah disrupsi. Di industri digital dan aset kripto, adaptabilitas serta literasi yang kuat menjadi kunci untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan,” kata William.
Ia menambahkan bahwa transformasi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan edukasi yang konsisten agar ekosistem dapat tumbuh secara sehat dan inklusif.

Sesi Penghargaan FORTUNE Indonesia Change the World (Foto:Dok. Internal IDN)
Penghargaan FORTUNE Indonesia Change the World memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang menjalankan inisiatif bisnis berdampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan usaha. Penghargaan ini menyoroti program-program yang tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga kontribusi nyata bagi ekosistem bisnis dan sosial di Indonesia.
Berikut adalah daftar penerima penghargaan FORTUNE Indonesia Change the World tahun 2025:
- Duta Intidaya
- Kearney
- TBS Energi Utama
- Bumi Serpong Damai
- Pertamina (Persero)
- United Tractors
- Global Digital Niaga
- Optik Tunggal
- Telkom Indonesia
- Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel)
- Indocement Tunggal Prakarsa
- ABM Investama (ABM)
- Kalimantan Prima Persada
- Transportasi Jakarta
- Bank Central Asia
- Bank Mandiri
- Nestlé Indonesia
- Indodax Nasional Indonesia
- Danone Indonesia
- Multi Bintang Indonesia
- East Ventures
- Starbucks Indonesia
- Unilever Indonesia
- Indosat Ooredoo Hutchison
- Manulife Aset Manajemen Indonesia
- Nusantara Sejahtera Raya (Cinema XXI)

Sesi Penghargaan FORTUNE Indonesia 40 Under 40 (Foto:Dok.Internal IDN)
Penghargaan FORTUNE Indonesia 40 Under 40 menjadi salah satu sorotan dalam rangkaian FORTUNE Indonesia Summit 2026. Penghargaan ini diberikan kepada para pemimpin muda Indonesia yang dinilai memiliki pengaruh dan kontribusi signifikan dalam mendorong perubahan serta pertumbuhan di berbagai sektor industri.
Berikut adalah daftar penerima FORTUNE Indonesia 40 Under 40 tahun 2026:
- Abigail Limuria, 31, Co-founder What Is Up Indonesia dan Malaka Books
- Akhmad Ghofarudin Kurniawan, 28, Founder VocaGame
- Andry Hakim, 36, Founder dan CIO Stockwise
- Andry Susanto, 39, Founder dan CEO Oma Elly
- Anthony Utomo, 39, Managing Director Utomodeck Group
- Anugrah Pakerti, 32, CEO PT AVO Innovation Technology
- Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, Oki Rengga, 35-37, Komika dan Aktor Agak Laen
- Bernadya Ribka Jayakusuma, 21, Penyanyi dan Penulis Lagu
- Christopher Eko & Alwin Sasmita, 36 dan 35, Co-founder dan CEO; Co-founder dan COO Kick Avenue
- Cynthia Handriani Wijaya, 31, Chief Corporate Officer Daya Selaras Group
- Dirgayuza Setiawan, 39, Asisten Khusus Presiden RI
- dr. Ben Widaja, 38, Co-founder dan Presiden Direktur Mandaya Hospital Group
- Dyah Roro Esti Widya Putri, 32, Wakil Menteri Perdagangan
- Edwin Pranata, 34, Direktur Utama Abadi Lestari Indonesia
- Felicya Angelista, 31, Co-founder Scarlett
- Gamma Abdurrahman Thohir, 25, Investment Banker Trimegah Sekuritas; Penggagas DesaBumi dan DayaBumi
- Gerry Kertowidjojo, 39, Presiden Direktur Indomobil Prima Energi
- Gilang Widya & Shandy Purnamasari, 36 dan 34, Founder J99 Corp
- Hartman Harris, 35, CEO dan Co-founder ATTN
- Hengky Adinata, 28, Founder Remora Trader
- Ian Daniel Santoso, 33, Founding Partner Hyde Ventures
- Janice Tjen, 23, Atlet Tenis
- Jhonny Thio Doran, 39, Founder dan CEO PT Doran Sukses Indonesia
- Juicy Luicy, 33-37, Grup Musik
- Lizzie Parra, 38, Founder dan CMO BLP Beauty
- Martina Ayu, 22, Atlet Triathlon
- Melisa Irene, 32, Partner East Ventures
- Nassar Fahad Ahmad Sungkar (King Nassar), 37, Penyanyi
- Naufal Abshar, 32, Pelukis
- Phillip Tjiptodihardjo, 31, Direktur Impack Pratama Industri
- Richard Stanlay, 35, Founder dan CEO K3Mart Indonesia
- Rizky Arief Dwi Prakoso, 31, Founder dan CEO HMNS
- Rizky Febian, 27, Musisi
- Ryan Adriandhy, 35, Animator
- Samuel Wongso dan Jonathan Wongso, 34 dan 32, Desainer Wong Hang Tailor
- Sayed Muhammad, 39, Founder dan CEO USS Networks
- Steven Kusumo, 35, Presiden Direktur Bangun Kosambi Sukses (CBDK)
- Vidi Aldiano, 35, Penyanyi
- William Sutanto, 39, CEO dan Co-founder Indodax
- Yakup Hasibuan, 30, Pengacara, CEO Senayan Golf Club, Founder Perqara