Banjir merendam pemukiman warga hilir di Desa Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. ANTARA/HO/Warga
98 Persen UMKM di Aceh Tamiang Mulai Aktif Usai Bencana
Silvana Febiari • 20 February 2026 07:42
Aceh Tamiang: Sebanyak 98 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Tamiang mulai aktif pasca-bencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025. Salah satunya di pasar Kota Kuala Simpang yang kembali dipadati pedagang.
“Kami tengok sudah hampir 98 persen aktif menyeluruh, baik itu pajak (pasar) di Kota Kuala Simpang, maupun pajak (pasar) pagi yang berjualan,” ucap Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Aceh Tamiang Ibnu Azis, dikutip dari Antara, Jumat, 20 Februari 2026.
Azis menyampaikan UMKM yang sudah aktif meliputi industri makanan, pedagang hasil laut seperti ikan, dan lain-lainnya. Menurut dia, pemulihan aktivitas UMKM di kawasan Aceh Tamiang tergolong cepat, sebab pada pekan pertama pasca-banjir bandang, seluruh UMKM lumpuh.
“Minggu pertama pasca-banjir memang tidak ada aktivitas, tetapi sampai tiga bulan ini, kami lihat sudah mulai aktif hampir 100 persen,” ujar Azis.
Azis juga mengungkapkan tingginya lonjakan jumlah UMKM di kawasan Aceh Tamiang. Pada 2024, Aceh Tamiang mendata terdapat 15.073 UMKM yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Kemudian, pasca-banjir, terdata kurang lebih 40 ribu UMKM di kawasan Aceh Tamiang yang terdampak banjir. “Instruksi Pak Bupati, UMKM harus bangkit dan perekonomian harus jalan,” tutur Azis.
Pemerintahan Aceh Tamiang pun menghadirkan bazar Ramadan untuk membangkitkan UMKM yang terdampak bencana banjir bandang. menyiapkan dua lokasi pelaksanaan, yakni di Kompleks GOR Aceh Tamiang dan satu titik lainnya di Kota Kuala Simpang.

Pekerja menyiapkan tenda khusus pedagang takjil di kompleks GOR Aceh Tamiang. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.
Selain menyediakan ruang berjualan, Diskoperindag juga memberikan berbagai pelatihan kepada para pelaku UMKM. Pihaknya turut mendata para pelaku usaha untuk diberikan bantuan dari kementerian dan lembaga terkait.
“Dalam beberapa hari ke depan, kami juga akan melaksanakan sosialisasi masalah pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat) kepada masyarakat, baik pinjaman yang 0 persen, 3 persen, 6 persen, dan seterusnya,” ucap Azis.