PM Kanada Sebut Hubungan dengan Tiongkok Membaik usai Kebijakan Bebas Visa

PM Kanada Mark Carney. (Anadolu Agency)

PM Kanada Sebut Hubungan dengan Tiongkok Membaik usai Kebijakan Bebas Visa

Willy Haryono • 17 February 2026 16:03

Ottawa: Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan pada Senin kemarin bahwa Kanada sedang “memperbarui” hubungannya dengan Tiongkok setelah Beijing mengumumkan kebijakan bebas visa bagi warga Kanada, yang disebutnya sebagai hasil penting dari fase baru keterlibatan bilateral.

“Kami sedang memperbarui hubungan Kanada dengan Tiongkok. Sebagai bagian dari kemitraan strategis baru kami, Tiongkok memberikan akses bebas visa bagi warga Kanada,” tulis Carney di platform media sosial X yang dikutip Anadolu Agency, Selasa, 17 Februari 2026.

Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai tanda nyata membaiknya hubungan kedua negara.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Minggu kemarin mengatakan pemegang paspor biasa dari Kanada dan Inggris akan diizinkan masuk tanpa visa mulai 17 Februari 2026. Kebijakan tersebut memungkinkan masa tinggal hingga 30 hari untuk keperluan bisnis, pariwisata, kunjungan keluarga, pertukaran, dan transit.

“Untuk semakin mempermudah perjalanan lintas negara, Tiongkok memutuskan mulai 17 Februari 2026 memperluas kebijakan bebas visa kepada pemegang paspor biasa dari Kanada dan Inggris,” kata kementerian tersebut, seraya menambahkan bahwa kebijakan itu berlaku hingga 31 Desember 2026.

Keputusan tersebut mengikuti kunjungan Carney ke Beijing pada Januari, di mana ia bertemu Presiden Xi Jinping dan menyambut komitmen Tiongkok untuk memberikan akses bebas visa bagi warga Kanada, menurut pernyataan kantor perdana menteri.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga mencapai kesepakatan terkait pertukaran antar masyarakat dalam kunjungan terpisah.

Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand mengatakan perubahan tersebut akan “mempermudah perjalanan, mendukung pertukaran bisnis, dan memperkuat hubungan antar masyarakat.”

Kebijakan bebas visa ini menandai perubahan setelah bertahun-tahun ketegangan diplomatik, ketika China mempertahankan persyaratan visa bagi warga Kanada dan membatasi kelompok wisata Tiongkok ke Kanada. Sebelumnya, pelancong Kanada harus melalui proses aplikasi panjang dan membayar biaya sekitar 140 dolar AS untuk masuk ke Tiongkok.

Pemulihan hubungan ini juga terjadi bersamaan dengan negosiasi ekonomi yang lebih luas, termasuk kesepakatan yang memungkinkan puluhan ribu kendaraan listrik Tiongkok masuk ke Kanada sebagai imbalan pelonggaran tarif untuk produk pertanian Kanada seperti biji canola.

Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir memperluas kebijakan bebas visa bagi sejumlah negara Barat sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali pariwisata dan perjalanan internasional setelah pandemi Covid-19.

Baca juga:  Tiongkok Berlakukan Bebas Visa bagi Warga Inggris dan Kanada

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)