Makanan calon jemaah haji (calhaj). Foto: MCH 2026.
Petugas Intensifkan Uji Sampel Harian sebelum Distribusi Konsumsi ke Calhaj
Akmal Fauzi • 30 April 2026 14:16
Jakarta: Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memperketat pengawasan kualitas nutrisi bagi calon jemaah haji (calhaj) Indonesia di Makkah. Setiap menu yang dihidangkan wajib mematuhi standar gramasi ketat yang diracik langsung oleh tim ahli gizi.
Pengawasan berlapis dilakukan seperti proses pengetesan sampel makanan sebelum didistribusikan ke hotel calhaj. Pemeriksaan difokuskan pada uji kualitas rasa, tingkat kematangan, hingga higienitas menu Nusantara yang disajikan.
"Jadi dalam SOP-nya, setiap kali pihak dapur itu menyediakan atau memasak makanan, itu nanti ada sampel yang diserahkan ke kantor Daker," kata Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 30 April 2026.
Baca Juga :
Jemaah Haji Siap Bergerak Menuju Makkah

Ilustrasi ibadah haji. Foto: Metrotvnews.com/Misbahol Munir.
Ihsan menegaskan pengecekan kualitas ini tidak memberikan toleransi sedikit pun bagi penyedia katering yang tidak memenuhi standar. Salah satu dapur yang telah lolos inspeksi ialah Dapur Ahlazat di wilayah Misfalah.
Fasilitas logistik memproduksi 6.150 porsi makanan dalam satu kali sesi operasional memasak. Kapasitas masif tersebut disiagakan untuk melayani kebutuhan makan pagi, siang, dan malam secara konsisten.
Dengan jaminan mutu tersebut, calhaj tidak perlu mengkhawatirkan soal asupan konsumsi. Makanan yang didistribusikan ke akomodasi jemaah dipastikan aman, sehat, dan memadai secara takaran nutrisi.