Gelombang tinggi di pantai Ampenan, Mataram, NTB. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia
Achmad Zulfikar Fazli • 4 May 2026 12:02
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga empat meter di sejumlah perairan Indonesia pada 4-7 Mei 2027. Para pelaku jasa pelayaran dan nelayan diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem ini.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menjelaskan potensi gelombang tinggi ini dipicu oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan yang bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 25 knot.
"Potensi gelombang tinggi di kisaran 2,50 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, dan Samudra Hindia selatan Jawa Tengah," kata Eko di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 4 Mei 2026.
Dia menegaskan kondisi tersebut sangat berisiko bagi beberapa jenis moda transportasi laut. Dengan begitu, BMKG, menetapkan ambang batas waspada bagi perahu nelayan pada kecepatan angin di atas 15 knot dengan gelombang di atas 1,25 meter, serta kapal tongkang pada kecepatan angin di atas 16 knot dengan gelombang melebihi 1,5 meter.
Untuk kapal feri, risiko keselamatan meningkat jika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Sejumlah anak bermain di bibir pantai saat gelombang tinggi menerjang di Desa Jongor, Kecamatan Sidamukti, Pandeglang, Banten. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto
Selain area dengan gelombang tertinggi, BMKG memetakan peluang gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di perairan lain, seperti Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh hingga Mentawai, Laut Flores, Laut Banda, serta Laut Arafuru.
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata Eko.
BMKG meminta para operator kapal dan nelayan untuk tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi cuaca dan tinggi gelombang melampaui batas kemampuan armada. Kemudian, masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca maritim terkini melalui kanal resmi BMKG guna menghindari potensi kecelakaan laut selama periode peringatan dini tersebut.