Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez. (Anadolu Agency)
Venezuela Terjebak Ketidakpastian Politik, Pemilu Baru Belum Dijadwalkan
Dimas Chairullah • 2 May 2026 11:29
Caracas: Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez belum memberikan kepastian mengenai jadwal pelaksanaan pemilihan umum presiden baru, memperpanjang ketidakpastian politik nasional setelah tergulingnya Nicolas Maduro.
Saat ditanya wartawan dalam konferensi pers Jumat waktu setempat mengenai kapan pemilu akan digelar, Rodriguez hanya menjawab singkat, “Saya tidak tahu, mungkin suatu hari nanti,” seperti dikutip Anadolu, Sabtu, 2 Mei 2026..
Pernyataan tersebut memperkuat ketidakjelasan arah transisi politik Venezuela, yang telah berlangsung lebih dari 100 hari sejak operasi militer Amerika Serikat “Operation Absolute Resolve” pada 3 Januari yang berujung pada penangkapan Maduro.
Kantor berita Reuters dan AP sebelumnya melaporkan Rodriguez awalnya menjabat dalam kapasitas sementara di tengah kekosongan kekuasaan pasca-penangkapan Maduro.
Sikap serupa juga ditunjukkan Menteri Dalam Negeri sekaligus tokoh berpengaruh partai berkuasa, Diosdado Cabello, yang menyatakan pemilu hanya akan berlangsung ketika “waktunya tiba.”
Pemilu Venezuela
Sementara itu, Dewan Pemilihan Nasional (CNE) hingga kini belum mengumumkan jadwal resmi maupun kerangka awal pemilu, meski secara konstitusional lembaga tersebut bertanggung jawab menyelenggarakan proses demokrasi nasional.
Penundaan ini dinilai berkaitan erat dengan trauma politik pasca-pemilu presiden 28 Juli 2024 yang penuh kontroversi.
Kala itu, CNE menyatakan Maduro sebagai pemenang tanpa merilis data rinci penghitungan suara tingkat tempat pemungutan suara, memicu tuduhan kecurangan besar-besaran dari oposisi serta kecaman internasional.
Tokoh oposisi Maria Corina Machado dan Edmundo Gonzalez saat itu menjadi figur utama dalam menentang legitimasi hasil pemilu, yang turut memperburuk isolasi diplomatik Venezuela di panggung global.
Hingga kini, belum adanya kepastian pemilu baru menimbulkan kekhawatiran bahwa masa transisi dapat berubah menjadi krisis legitimasi berkepanjangan di negara penghasil minyak tersebut.
Baca juga: Presiden Kolombia Kunjungi Venezuela, Pertama Sejak Penangkapan Maduro