Ancaman Radikalisasi Daring Uji Efektivitas Kerja Sama ASEAN-Australia

Ancaman radikalisasi daring menjadi momentum bagi efektivitas kerja sama ASEAN-Australia. (Yeni Safak)

Ancaman Radikalisasi Daring Uji Efektivitas Kerja Sama ASEAN-Australia

Dimas Chairullah • 11 April 2026 13:27

Jakarta: Indonesia bersama Australia memimpin bersama Dialog Pemberantasan Terorisme ASEAN-Australia ke-5 di Jakarta, bertepatan dengan peringatan lima tahun Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara.

Kerja sama ini dinilai menjadi momentum penting dalam menghadapi ancaman terorisme modern, termasuk radikalisasi daring.

Analis Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Dr. Fauzia G. Cempaka Timur, menilai kemitraan Indonesia–Australia di bidang kontraterorisme memiliki rekam jejak kuat, salah satunya melalui pembelajaran dari krisis Marawi di Filipina.

Di Indonesia, kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) di Semarang.

"Pendekatan kooperatif antara aparat penegak hukum Indonesia dan Australia sudah berjalan lama, dan kini semakin fokus pada cyber intelligence serta radikalisasi daring," ujar Fauzia kepada Metrotvnews.com, Jumat, 10 April 2026.

Ia menilai ancaman terorisme saat ini telah bergeser dari aktivitas fisik ke ruang digital, sehingga membutuhkan pendekatan baru berbasis teknologi.

Selain itu, Fauzia juga mengapresiasi penguatan peran perempuan dalam penanganan ekstremisme kekerasan yang didorong kedua negara.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan utama terletak pada implementasi di tingkat kawasan, terutama terkait rencana penerus Rencana Aksi ASEAN 2018–2026.

"Kesepakatan tidak boleh berhenti di atas kertas. Negara-negara ASEAN perlu memiliki kerangka hukum yang terstandarisasi serta kapasitas yang seimbang agar implementasi berjalan efektif," tegasnya.

Baca juga:  ASEAN dan Australia Perkuat Kerja Sama Kontraterorisme di Indo-Pasifik

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)