BRI Gandeng Syailendra Capital Perluas Akses Investasi Syariah Melalui BRImo

BRI resmi menjalin kerja sama dengan PT Syailendra Capital melalui penandatanganan kerja sama pemasaran produk reksa dana di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. (Foto: Metrotvnews.com/Patrick Pinaria)

BRI Gandeng Syailendra Capital Perluas Akses Investasi Syariah Melalui BRImo

Duta Erlangga • 22 May 2026 18:12

Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjalin kerja sama strategis dengan PT Syailendra Capital melalui peluncuran kerja sama pemasaran produk reksa dana. Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah BRI dalam memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan dalam produk investasi.

Kerja sama keduanya ditandai dengan launching dan penandatanganan perjanjian kerja sama dalam acara 'Mutual Fund Distribution Signing Ceremony' di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat layanan investasi bagi nasabah. Melalui kolaborasi ini, produk reksa dana Syailendra Capital kini dapat diakses melalui superapps BRImo maupun kantor cabang BRI di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Aris, sinergi tersebut memadukan kekuatan jaringan distribusi BRI dengan pengalaman Syailendra Capital sebagai salah satu perusahaan manajer investasi di Indonesia.

"Bagi BRI, kerja sama ini memperkaya ekosistem layanan wealth management dan memperkuat positioning BRI sebagai penyedia solusi keuangan terintegrasi yang menghadirkan layanan perbankan sekaligus solusi investasi yang relevan dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Melalui sinergi dengan Syailendra Capital, kami ingin menghadirkan akses investasi reksa dana yang semakin mudah dijangkau dan terpercaya yang kini semakin diminati masyarakat. Adapun hal ini untuk mendukung pertumbuhan jumlah investor reksa dana di BRI sebesar 50% YoY," ujar Aris.

Aris menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua perusahaan, tetapi juga mampu menghadirkan produk investasi yang menguntungkan bagi nasabah.

"Kolaborasi ini tidak hanya mutual benefit bagi BRI maupun Syailendra, tetapi yang paling penting adalah bagi nasabah," kata Aris.

Melalui kerja sama ini, masyarakat dapat mengakses dua produk unggulan Syailendra Capital, yakni Reksa Dana Pasar Uang Syailendra Sharia Money Market Fund (SSMMF) dan Reksa Dana Pendapatan Tetap Syailendra Sharia Fixed Income Fund (SSFIF).

SSMMF merupakan reksa dana pasar uang syariah yang fokus berinvestasi pada instrumen pasar uang syariah dan obligasi syariah dengan jatuh tempo di bawah satu tahun. Dengan tingkat risiko yang relatif rendah dan likuiditas tinggi, produk ini menjadi pilihan bagi investor pemula maupun nasabah yang membutuhkan instrumen penempatan dana jangka pendek dengan potensi imbal hasil kompetitif.
 

Baca Juga:

Per 30 April 2026, SSMMF mencatatkan imbal hasil satu tahun sebesar 4,99 persen dengan minimum investasi mulai dari Rp50.000.

Sementara itu, SSFIF merupakan reksa dana pendapatan tetap syariah yang fokus berinvestasi mayoritas pada instrumen obligasi syariah, khususnya sukuk korporasi berperingkat layak investasi. Produk ini dikelola secara aktif dan selektif melalui strategi investasi pada sukuk korporasi dengan minimal rating A sehingga risiko kredit relatif lebih terjaga.

Selain itu, komposisi portofolionya didominasi instrumen berdurasi relatif pendek sehingga kinerjanya cenderung lebih stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suku bunga maupun inflasi. Dengan karakteristik tersebut, SSFIF ditujukan bagi investor dengan profil risiko moderat yang menginginkan potensi pertumbuhan investasi jangka menengah hingga panjang dengan tetap mengedepankan prinsip syariah.

Hingga 30 April 2026, SSFIF mencatatkan imbal hasil satu tahun sebesar 7,58% dengan minimum investasi mulai dari Rp10 ribu.

Chief Executive Officer PT Syailendra Capital Fajar R Hidajat mengatakan kerja sama dengan BRI menjadi langkah strategis bagi Syailendra Capital untuk memperluas akses investasi reksa dana kepada masyarakat Indonesia.

"Pertumbuhan investor reksa dana Indonesia masih memiliki ruang yang sangat besar. Karena itu, kolaborasi antara institusi perbankan dan manajer investasi menjadi penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi yang terpercaya. Kami berharap kerja sama dengan BRI dapat membantu mempercepat penetrasi investasi khususnya produk reksa dana sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat Indonesia untuk mulai berinvestasi secara prudent dan jangka panjang," ujar Fajar.

Fajar menambahkan, industri reksa dana nasional masih menunjukkan pertumbuhan positif di tengah dinamika pasar dalam beberapa bulan terakhir.

"Walaupun market dalam empat bulan terakhir cukup gonjang-ganjing, trust terhadap produk investasi tetap ada," ujar Fajar.

Hingga April 2026, jumlah investor reksa dana tercatat mencapai sekitar 25 juta nasabah dengan total dana kelolaan industri mencapai Rp1.074 triliun. Menurut Fajar, produk berbasis fixed income dan money market menjadi segmen yang terus berkembang di industri reksa dana.

Dukungan jaringan distribusi BRI yang luas, baik melalui BRImo maupun kantor cabang di berbagai daerah Indonesia, diharapkan dapat menghadirkan akses terhadap produk investasi yang lebih praktis, mudah dijangkau, dan relevan bagi masyarakat dari berbagai segmen.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Patrick Pinaria)