Tumpukan sampah sisa banjir terlihat di salah satu kota di Tiongkok. (Anadolu Agency)
Hujan Deras dan Banjir Bandang di Tiongkok Tewaskan 21 Orang
Muhammad Reyhansyah • 20 May 2026 10:28
Beijing: Hujan deras yang terus mengguyur wilayah selatan dan tengah Tiongkok menyebabkan sedikitnya 21 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor.
Cuaca ekstrem juga memaksa penutupan sekolah, bisnis, layanan transportasi, serta mengganggu pasokan listrik di sejumlah daerah terdampak.
Badan meteorologi Tiongkok mengatakan wilayah Jiangxi, Anhui, Hunan, Hubei, Guizhou, Guangxi, Guangdong, dan Hainan menghadapi risiko tinggi bencana terkait hujan, termasuk longsor, banjir bandang, banjir perkotaan, dan genangan parah.
Melansir AsiaOne, Rabu, 20 Mei 2026, pemerintah Tiongkok telah mengalokasikan dana bantuan bencana sebesar 150 juta yuan atau sekitar Rp390,57 miliar dan mengaktifkan respons darurat di sejumlah wilayah.
Di Kota Jingzhou, Provinsi Hubei, warga terlihat berjalan di tengah genangan setinggi lutut berdasarkan video yang beredar di platform Douyin.
Beberapa warga bahkan tampak menangkap ikan yang berenang di jalanan banjir. Sejumlah kendaraan juga hampir sepenuhnya tenggelam di jalan yang dikelilingi permukiman dan pertokoan.
Penyiar pemerintah CCTV melaporkan 10 orang tewas setelah sebuah mobil pikap yang membawa 15 pekerja pertanian jatuh ke sungai yang meluap di Guangxi akibat hujan deras.
Akumulasi Curah Hujan
Dalam insiden terpisah, banjir dan hujan deras juga menewaskan empat orang di Guizhou, empat orang di Hunan, dan tiga orang di sebuah desa dataran rendah di Hubei. Sejumlah korban lainnya masih dinyatakan hilang.Media pemerintah menyebut sekolah, pusat bisnis, dan layanan transportasi dihentikan sementara di beberapa wilayah terdampak.
Warga di sejumlah daerah di Hubei dan Hunan juga mulai dievakuasi.
Ahli meteorologi Tiongkok mengatakan hujan deras yang membentang lebih dari 1.000 kilometer dipicu pertemuan kelembapan tinggi dari Teluk Benggala, Laut Tiongkok Selatan, dan Samudra Pasifik.
Pergerakan lambat sistem cuaca tersebut menyebabkan akumulasi curah hujan sangat tinggi. Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok memperkirakan cuaca buruk akan bergerak ke arah timur dan selatan dalam dua hari ke depan.
Mulai Rabu, hujan paling deras diperkirakan terjadi di wilayah tengah dan hilir Sungai Yangtze.
Secara terpisah, otoritas Guangxi juga mendirikan tempat penampungan sementara di 99 lokasi untuk lebih dari 4.000 warga dan mengevakuasi sekitar 7.000 orang setelah gempa magnitudo 5,2 mengguncang wilayah tersebut pada Senin lalu.
Baca juga: Sungai Kuning Meluap, Pemerintah Tiongkok Umumkan Tanggap Darurat Level 4