Bandara Ngurah Rai Bali Pastikan Penerbangan Rute NTT Normal Pascagempa

Terminal Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Bandara Ngurah Rai Bali Pastikan Penerbangan Rute NTT Normal Pascagempa

Lukman Diah Sari • 15 August 2026 15:06

Denpasar: Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, mengumumkan bahwa seluruh penerbangan reguler dengan rute tujuan Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan normal pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Nagekeo, NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

“Dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan layanan kebandarudaraan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali berjalan secara normal dan optimal,” kata Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, Sabtu, 15 Agustus 2026, melansir Antara.

Dia menjelaskan, kondisi normal tersebut berlangsung sejak awal gempa bumi terjadi hingga setidaknya pukul 12.00 WITA. Secara reguler, rute penerbangan NTT yang dilayani di Bandara I Gusti Ngurah Rai mencakup Labuan Bajo dan Tambolaka. Sejumlah maskapai yang melayani rute tersebut baik secara langsung maupun transit meliputi Indonesia AirAsia, Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air, Super Air Jet, dan Wings Air.

Rute penerbangan menuju Labuan Bajo tercatat melayani keberangkatan sebanyak sembilan kali dan kedatangan delapan kali setiap harinya. Sementara itu, rute Tambolaka mencatatkan jadwal kedatangan sebanyak dua kali dan keberangkatan tiga kali per hari. Gempa bumi yang melanda kawasan tersebut dipastikan tidak mengganggu lalu lintas kebandarudaraan, sehingga akses jalur udara tetap berjalan lancar.

“Hingga saat ini, layanan penerbangan dari dan ke bandara-bandara di wilayah Nusa Tenggara Timur beroperasi secara normal, serta tidak terdapat pembatalan penerbangan,” ujar Eka.

Sejumlah pesawat parkir di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, penerbangan dari Kupang ke Ende dibatalkan akibat gempa Flores, Sabtu (15/8). Foto: MI/Palce Amalo

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa yang terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan kedalaman 15 kilometer tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah NTT dan kawasan sekitarnya.

Seiring dengan perkembangan situasi di lapangan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut telah resmi berakhir.

(Lukman Diah Sari)