Eropa dihadapkan pada gelombang panas ekstrem yang mematikan. Foto: Anadolu
Gelombang Panas Ekstrem Diduga Sebabkan 911 Kematian di Belanda
Muhammad Reyhansyah • 16 July 2026 17:17
Amsterdam: Belanda mencatat 911 kematian berlebih (excess deaths) selama periode gelombang panas ekstrem yang melanda negara itu pada akhir Juni hingga awal Juli.
Otoritas kesehatan menyebut cuaca ekstrem sangat mungkin berkontribusi terhadap lonjakan angka kematian tersebut.
Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda (RIVM) pada Rabu, 15 Juli 2026 melaporkan sebanyak 911 kematian berlebih terjadi sepanjang 22 Juni hingga 5 Juli dibandingkan dengan jumlah kematian yang diperkirakan pada periode yang sama.
Wilayah selatan dan timur Belanda yang mengalami suhu tertinggi mencatat peningkatan terbesar dengan 576 kematian berlebih. Kelompok usia 80 tahun ke atas menjadi yang paling terdampak dengan 547 kematian berlebih.
"Penyebab pasti kematian tidak diketahui, tetapi sangat mungkin cuaca panas berperan. Penting untuk tetap waspada terhadap dampak kesehatan akibat suhu ekstrem," kata RIVM, dikutip dari Xinhua, Kamis, 16 Juli 2026.
Lembaga tersebut menjelaskan lansia dan penderita penyakit kronis merupakan kelompok yang paling rentan selama gelombang panas. Tingginya tingkat polusi udara pada periode tersebut juga diduga memperburuk kondisi kesehatan kelompok rentan.
Data Institut Meteorologi Kerajaan Belanda (KNMI) menunjukkan suhu udara pada 22-28 Juni mencapai puncaknya di 39,4 derajat Celsius.
Sejak 11 Juli, RIVM kembali mengaktifkan Rencana Nasional Gelombang Panas di tujuh provinsi di wilayah tengah dan selatan Belanda serta mengimbau tenaga kesehatan dan para pendamping untuk memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan.