Pakistan mengklaim menewaskan 25 militan dalam operasi lintas perbatasan di Afghanistan. (Anadolu Agency)
Pakistan Klaim Tewaskan 25 Militan dalam Serangan di Wilayah Afghanistan
Willy Haryono • 29 June 2026 12:33
Islamabad: Pakistan mengklaim telah melancarkan serangan lintas perbatasan dan operasi darat di Afghanistan timur yang menewaskan 25 militan.
Islamabad menyebut operasi itu menargetkan kelompok yang diduga bertanggung jawab atas serangan terhadap markas pasukan paramiliter Rangers di Karachi akhir pekan lalu.
Dikutip dari Euronews, Senin, 29 Juni 2026, Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengatakan bahwa operasi darat itu diikuti dengan serangan presisi semalam ke sejumlah sasaran di Provinsi Paktia, Paktika, dan Kunar, Afghanistan.
Menurut Tarar, operasi tersebut menyasar tempat persembunyian Jamaat-ul-Ahrar, kelompok pecahan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).
Ia menegaskan serangan hanya ditujukan ke markas dan tempat perlindungan kelompok militan tersebut.
Namun, pemerintah Taliban di Afghanistan membantah klaim Pakistan. Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menyatakan serangan udara Pakistan justru menghantam kawasan sipil di tiga provinsi tersebut.
Mujahid mengecam operasi militer itu sebagai tindakan agresi dan kembali membantah tuduhan bahwa wilayah Afghanistan digunakan sebagai tempat berlindung kelompok militan.
Ketegangan terbaru terjadi setelah serangan terhadap markas pasukan Rangers di Karachi pada Sabtu (27/6), yang menewaskan tiga personel paramiliter Pakistan. Otoritas Pakistan sebelumnya mengumumkan telah menahan seorang warga negara Afghanistan yang diduga terlibat dalam serangan tersebut.
Hubungan Pakistan dan Afghanistan terus memburuk sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021. Menurut naskah sumber, kedua negara juga sempat terlibat konflik bersenjata selama beberapa pekan sejak Februari sebelum menyepakati gencatan senjata pada Maret.
Meski demikian, bentrokan sporadis masih terus terjadi di sepanjang perbatasan. Pemerintah Afghanistan menuduh serangan Pakistan sepanjang Juni telah menewaskan sedikitnya 13 warga.
Kabul juga berulang kali membantah wilayahnya menjadi basis kelompok militan dan menuding operasi militer Pakistan menyebabkan banyak korban sipil.
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), eskalasi konflik di perbatasan telah menewaskan ratusan orang dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
Upaya mediasi internasional, termasuk oleh Tiongkok, sejauh ini belum berhasil menghasilkan penyelesaian diplomatik yang permanen.
Baca juga: Tiga Militan Tewas dalam Serangan ke Markas Paramiliter Pakistan di Karachi