Rincian Barang Pribadi Korban ATR 42-500 yang Ditemukan Tim SAR

Sejumlah barang milik korban yang ditemukan tim SAe tim SaR gabungan di kawasan Pegunungan karst di Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulsel. ANTARA/ HO- Basarnas

Rincian Barang Pribadi Korban ATR 42-500 yang Ditemukan Tim SAR

Lukman Diah Sari • 20 January 2026 10:56

Makassar: Tim Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di wilayah Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, menemukan sejumlah barang pribadi milik korban pesawat jatuh.

"Hingga hari ketiga operasi, tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah barang milik korban serta bagian dari pesawat di area pencarian di Gunung Bulusaraung," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, di Makassar, Selasa, 20 Januari 2026, melansir Antara.

Arif menjelaskan temuan tersebut diperoleh dari hasil penyisiran intensif tim darat di jalur ekstrem antara puncak dan Pos 9 jalur pendakian.


Sejumlah barang milik korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin, 19 Januari 2026.

Barang-barang yang ditemukan diduga kuat milik korban, di antaranya dokumen pribadi, dompet, buku catatan, serta barang elektronik berupa smart watch (jam tangan pintar). Selain itu, tim juga menemukan bagian pesawat seperti pelampung dan fire signal di sekitar bagian kepala pesawat.

Menurut Arif, seluruh barang dan serpihan pesawat telah diamankan, didata, serta ditandai titik koordinatnya sesuai prosedur. Temuan itu menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian dan menentukan langkah evakuasi berikutnya.

“Medan di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk rapping dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan koordinasi yang kuat antarunsur,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengapresiasi kerja keras tim SAR gabungan yang terus bekerja di tengah kondisi alam ekstrem. Penemuan barang-barang milik korban dan bagian pesawat menunjukkan tim sudah berada dekat dengan titik krusial pencarian.

"Ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan kolaborasi seluruh unsur di lapangan,” kata Syafii.

Ia menyebut cuaca dan kondisi medan masih menjadi tantangan utama. Kabut tebal, jalur terjal, serta perubahan cuaca cepat kerap menghambat pergerakan tim, baik dari udara maupun darat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)