KRI Sriwijaya 100, dok: Instagram @91agussubiyanti
Spesifikasi KRI Sriwijaya-100, Eks Kapal Garibaldi Italia yang Kini Perkuat TNI AL
Putri Purnama Sari • 24 September 2026 12:16
Jakarta: KRI Sriwijaya resmi menjadi bagian dari armada TNI Angkatan Laut (TNI AL) setelah sebelumnya bertugas sebagai ITS Giuseppe Garibaldi milik Angkatan Laut Italia. Kapal kelas Garibaldi tersebut memiliki ukuran besar, kemampuan jelajah hingga ribuan mil laut, serta dilengkapi sejumlah sistem pertahanan diri.
Mengutip informasi dari Indonesia Baik, ITS Giuseppe Garibaldi telah bertugas lebih dari empat dekade di Angkatan Laut Italia sebelum dihibahkan kepada Indonesia. Kapal tersebut kemudian resmi menjadi KRI Sriwijaya.
KRI Sriwijaya memiliki nomor lambung 551. Kapal ini diluncurkan pada 20 Februari 1978 dan mulai bertugas pada 4 Juni 1983.
Spesifikasi Ukuran KRI Sriwijaya
KRI Sriwijaya memiliki panjang 180,2 meter dengan lebar 23,4 meter. Kapal ini memiliki dek penerbangan sepanjang 173,8 meter dan sarat air 6,7 meter. Sementara itu, bobot perpindahan KRI Sriwijaya mencapai 13.850 ton.
Dengan ukuran tersebut, KRI Sriwijaya memiliki dek penerbangan yang dapat mendukung pengoperasian berbagai wahana udara. Kapal ini dapat membawa lebih dari 10 hingga 18 helikopter kelas menengah atau berat serta drone.
Kemampuan tersebut memberikan opsi tambahan bagi TNI AL dalam menjalankan berbagai misi, termasuk mendukung penanganan keadaan darurat di wilayah kepulauan.
Mesin dan Kecepatan KRI Sriwijaya

Dok: Instagram @tni_angkatan_laut
KRI Sriwijaya menggunakan sistem penggerak Combined Gas Turbine and Gas Turbine (COGAG). Sistem tersebut menggunakan empat turbin gas FIAT/GE LM-2500 yang menggerakkan dua poros baling-baling.
Kapal memiliki daya mencapai 60.400 kilowatt atau sekitar 80.998 horsepower. Dari sisi kecepatan, KRI Sriwijaya mampu melaju hingga 30 knot. KRI Sriwijaya juga memiliki jangkauan hingga 7.000 mil laut sehingga dapat mendukung pelayaran dalam jarak yang cukup jauh.
Sistem Pertahanan KRI Sriwijaya
Selain kemampuan pengangkutan dan pengoperasian wahana udara, KRI Sriwijaya dilengkapi sejumlah sistem pertahanan diri. Kapal ini memiliki satu peluncur Albatros dengan delapan sel yang digunakan untuk rudal antipesawat Aspide.
KRI Sriwijaya juga dilengkapi tiga sistem senjata DARDO serta meriam Breda 40/70. Berbagai perangkat tersebut menjadi bagian dari sistem pertahanan diri kapal saat menjalankan tugas di laut.
Dengan ukuran, kemampuan jelajah, serta fasilitas penerbangan yang dimiliki, KRI Sriwijaya menjadi salah satu unsur baru dalam penguatan armada TNI AL.
Kapal eks ITS Giuseppe Garibaldi tersebut tidak hanya memiliki kemampuan untuk mendukung operasi militer, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam berbagai misi kemanusiaan dan penanganan keadaan darurat.
Kehadiran KRI Sriwijaya juga menambah pilihan bagi Indonesia dalam mengoptimalkan kemampuan armada laut di negara kepulauan yang memiliki wilayah perairan luas.