Iran Anggap Ancaman Pemusnahan oleh Trump sebagai tanda Keputusasaan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pidato di Sidang Majelis Umum PBB. Foto: Anadolu

Iran Anggap Ancaman Pemusnahan oleh Trump sebagai tanda Keputusasaan

Fajar Nugraha • 23 September 2026 20:16

Teheran: Militer Iran menepis ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk "memusnahkan" Republik Islam tersebut.

Iran memperingatkan bahwa mereka siap membalas dengan serangan "yang melumpuhkan" dan jauh lebih dahsyat dibandingkan masa-masa awal perang.

Melalui pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Mehr, Staf Umum Iran menuduh presiden AS memanfaatkan podium Majelis Umum PBB untuk membenarkan "agresi".

"Kata-kata semacam itu menunjukkan jalan buntu strategis yang dihadapi Amerika dalam agresinya terhadap bangsa Iran," demikian bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu 23 September 2026.

Pernyataan itu menyebut ancaman berulang Trump sebagai "bukan tanda kekuatan, melainkan tanda keputusasaan strategis mereka".

Pernyataan itu juga memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran siap melancarkan serangan terhadap AS dan Israel yang akan "lebih melumpuhkan dan sulit diprediksi" dibandingkan serangan di masa awal perang.

Iran Tidak Akan Menyerah

Komandan pasukan darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Mohammad Karami, menyampaikan pernyataan tersebut saat meninjau pangkalan operasional di wilayah barat laut Iran, menurut laporan media pemerintah.

"Atas izin Tuhan, kami tidak akan menyerah sejengkal pun kepada musuh, sama seperti yang kami lakukan selama masa Pertahanan Suci (Perang Iran-Irak 1980-1988), dan masa depan adalah milik Islam yang mulia serta bangsa Iran yang heroik," ujar Karami sebagaimana dikutip oleh Kantor Berita Mehr.

Karami juga menegaskan keberlanjutan "jalan perlawanan dan keteguhan hati".

(Fajar Nugraha)