Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. Foto: Dok Metrotvnews.com
Tindak Lanjut Perintah Presiden, Danantara Kaji Pengembangan LRT
Eko Nordiansyah • 23 September 2026 10:51
Jakarta: Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menjelaskan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara masih mengkaji pengembangan moda transportasi massal light rail transit (LRT) yang merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Prabowo Subianto.
"LRT tentu sedang kita kaji, karena ini bagian daripada integrasi moda mass transportasi yang sedang kita siapkan. Tidak hanya LRT, tetapi juga kereta api yang dari, kita sedang melakukan juga proses elektrifikasi dari Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Merak," kata Dony Oskaria menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 23 September 2026.
Ia mengatakan, nantinya moda LRT ini akan terintegrasi seluruhnya, termasuk integrasi LRT dengan MRT, dan juga dengan (TransJakarta) busway, sehingga akan menjadi satu kesatuan.
Dony melanjutkan Danantara pun akan membicarakan rencana pengembangan dan integrasi itu dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
"Jadi, tidak terpisah-pisah, mana yang menjadi porsi KAI, mana yang porsi JakPro, dan lain sebagainya. Ini akan menjadi satu kesatuan," sambung Dony.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok LRT)
Danantara diminta lanjutkan pembangunan LRT
Presiden Prabowo, saat berpidato dalam acara peresmian rute baru LRT Jakarta dari Manggarai—Kelapa Gading, minggu lalu, menyatakan Danantara wajib membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melanjutkan pembangunan LRT atau Lintas Raya Terpadu."Saya kira Danantara wajib membantu. Karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa," kata Presiden Prabowo.
Perintah itu diberikan oleh Presiden Prabowo kepada Danantara setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dukungan Danantara untuk melanjutkan pembangunan jaringan LRT hingga terhubung dengan Jakarta International Stadium (JIS).
"Bapak Presiden, akan lebih menggembirakan kalau kemudian Bapak tugaskan Danantara juga untuk membantu kami, Pak," kata Pramono kepada Presiden Prabowo.
Di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria, kemudian Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Kemudian, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria, Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Djaka Budhi Utama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam rapat itu, Presiden membahas sejumlah isu strategis, khususnya terkait peningkatan industri tekstil dan pengembangan produk-produk tekstil dan sepatu dalam negeri.