DVI Polda Kalsel Kirim Sampel DNA Korban KM Virgo Transport 8 ke Jakarta

Jasad korban Kapal Virgo saat tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Senin (21/9/2026). ANTARA/Firman

DVI Polda Kalsel Kirim Sampel DNA Korban KM Virgo Transport 8 ke Jakarta

Whisnu Mardiansyah • 21 September 2026 20:45

Banjarmasin: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mengirimkan sampel Deoxyribonucleic Acid (DNA) korban Kapal Virgo Transport 8 ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

Pengiriman sampel dilakukan untuk membantu proses identifikasi korban setelah pemeriksaan post mortem terhadap jenazah mengalami kendala. Kondisi jasad yang ditemukan setelah berada di dalam air laut selama sembilan hari membuat proses identifikasi secara medis menjadi lebih sulit.

"Untuk tiga korban yang ditemukan hari ini termasuk satu korban kemarin kami kirim sampel DNA ke Jakarta," kata Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan di Banjarmasin, seperti dilansir Antara, Senin, 21 September 2026.

Sofwan menjelaskan pemeriksaan DNA diperlukan karena kondisi jenazah sudah sulit dikenali secara fisik. Sampel tersebut selanjutnya akan dicocokkan dengan data pembanding dari keluarga korban yang telah dikumpulkan melalui proses ante mortem.
 


"Kami perlu melakukan tes DNA yang nantinya dicocokkan dengan data pembanding dari ante mortem yang telah diserahkan keluarga," jelasnya.

Ia meminta keluarga korban bersabar menunggu hasil pemeriksaan DNA. Proses identifikasi dilakukan secara cermat untuk memastikan identitas setiap korban dapat ditetapkan secara akurat.

"Hasil dari identifikasi harus bisa kita pertanggungjawabkan, jadi tidak boleh sembarangan," tegasnya.


Tim SAR gabungan mengevakuasi satu jasad yang baru ditemukan untuk dinaikkan ke Helikopter HR 3601 dalam operasi SAR hari kedelapan kecelakaan KM Virgo Transport 8, di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (20/9/2026). (ANTARA/HO-Basarnas)


Saat ini terdapat empat jasad korban Kapal Virgo Transport 8 yang berada di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi.

Seluruh jasad tersebut masih dalam tahapan pemeriksaan DVI. Hasil pemeriksaan DNA akan menjadi bagian dari proses pencocokan identitas korban dengan data ante mortem yang telah diserahkan keluarga.

(Whisnu M)