Penembakan di Sekolah Turki, 11 Siswa Dilaporkan Terluka

Polisi di lokasi kejadian penembakan di sebuah sekolah Turki. Foto: Anadolu

Penembakan di Sekolah Turki, 11 Siswa Dilaporkan Terluka

Muhammad Reyhansyah • 22 September 2026 18:05

Manisa: Penembakan di luar sebuah sekolah menengah di Provinsi Manisa, Turki, melukai sedikitnya 11 siswa, termasuk dua korban yang berada dalam kondisi kritis, pada Selasa, 22 September 2026.

Seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun kemudian ditangkap setelah diduga melepaskan tembakan sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.

Insiden tersebut terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan dan Teknik Anatolia Inci Uzmez di Manisa, Turki bagian barat.

"Ibu, ayah, dan kakek tersangka juga telah ditahan," kata Menteri Kehakiman Turki Ak?n Gürlek, dikutip dari BBC.

Rekaman kamera pengawas tampak memperlihatkan tersangka berjalan melewati jalanan yang sepi sambil memeriksa senapan yang dibawanya. Senjata tersebut terlihat jelas dalam rekaman, sementara tersangka tampak berjalan santai dan tidak terburu-buru.

Rekaman lainnya memperlihatkan sosok yang diduga sebagai tersangka berlari meninggalkan lokasi dengan senjata masih berada di tangannya. Ia dilaporkan merupakan siswa di sekolah tersebut.

Motif di balik penembakan belum diketahui.

Berdasarkan hukum Turki, remaja tersebut harus terlebih dahulu hadir di hadapan pengadilan sebelum secara resmi ditahan.

Kementerian Pendidikan Turki menyatakan insiden tersebut “sangat menyedihkan bangsa kami, khususnya komunitas pendidikan”. Kementerian juga mengirim tiga penyelidik nasional ke Manisa untuk menangani insiden tersebut.

Penembakan Sekolah Berulang di Turki

Penembakan ini menjadi kasus penembakan sekolah ketiga di Turki sepanjang tahun ini. 

Peristiwa tersebut terjadi ketika pemerintah masih menghadapi tantangan dalam menangani rangkaian kekerasan yang belakangan terjadi di negara itu.

Dua penembakan sekolah yang menewaskan korban pada April lalu memicu kemarahan di Turki dan mendorong penerapan sejumlah langkah keamanan baru untuk tahun ajaran 2026-2027, termasuk pengetatan pengendalian senjata.

Sebelumnya, Turki tidak memiliki sejarah penembakan di sekolah.

Dalam salah satu serangan di Kahramanmaras, seorang remaja berusia 14 tahun menewaskan sembilan siswa berusia 10 dan 11 tahun serta seorang guru. Pelaku tewas di lokasi kejadian.

(Fajar Nugraha)