BMKG: Hujan Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Oktober

Ilustrasi: Walaupun sempat hujan di pagi hari, kondisi udara kembali tidak sehati karena kabut asap akibat karhutla menyelimuti Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara pada siang hari, Kamis (17/9/2026). ANTARA/Agus Salam

BMKG: Hujan Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Oktober

Lukman Diah Sari • 22 September 2026 13:16

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan mulai turun secara berangsur pada September hingga Oktober 2026 di sejumlah daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti Sumatra dan Kalimantan. Potensi ini diharapkan dapat membantu proses pemadaman titik api secara signifikan.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan terkini, beberapa wilayah di Sumatra dan Kalimantan bagian utara bahkan sudah mulai diguyur hujan.

"Untuk Kalimantan Barat bagian selatan dan Kalimantan Tengah bagian selatan, prediksi awal musim hujan secara persisten terjadi pada Oktober Dasarian II dan III. Namun sebelum itu, hujan sudah mulai masuk secara gradual," kata Ardhasena dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 22 September 2026, melansir Antara.

Ia menjelaskan, turunnya hujan secara bertahap tersebut diharapkan mampu menurunkan tingkat kerapatan pekatnya asap serta membantu memadamkan titik api yang selama ini mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat setempat.

Ilustrasi: Walaupun sempat hujan di pagi hari, kondisi udara kembali tidak sehati karena kabut asap akibat karhutla menyelimuti Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara pada siang hari, Kamis (17/9/2026). ANTARA/Agus Salam

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramadhani, menambahkan bahwa untuk wilayah Pulau Sumatra, potensi hujan juga terdeteksi mulai mengguyur area rawan karhutla sejak September ini, khususnya di sebagian besar wilayah Riau. Selanjutnya, hujan diprediksi membasahi wilayah Jambi dan Sumatra Selatan pada Oktober mendatang.

"Wilayah Riau sudah mulai masuk musim hujan pada September sehingga membantu menurunkan jumlah hotspot. Sedangkan untuk wilayah di selatannya, seperti Jambi dan Sumatra Selatan, hujan mulai masuk pada Oktober," ujar Andri.

Kendati demikian, BMKG tetap mengimbau tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla di daerah untuk terus mengoptimalkan operasi pembasahan lahan, baik melalui jalur darat maupun udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Tim gabungan diminta memanfaatkan kedatangan hujan alami ini guna menuntaskan pemadaman secara menyeluruh, khususnya di area tanah mineral dan lahan gambut.

(Lukman Diah Sari)