Indonesia Uji Truk Tambang 60 Ton, Ini Keuntungannya Buat Industri Nikel Domestik

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Indonesia Uji Truk Tambang 60 Ton, Ini Keuntungannya Buat Industri Nikel Domestik

Husen Miftahudin • 24 September 2026 21:14

Jakarta: Volvo Trucks Indonesia akan menguji FMX Edge, truk angkutan tambang dengan kapasitas muatan hingga 60 ton, di salah satu tambang nikel di Indonesia. Kendaraan tersebut memiliki bobot kendaraan kotor hingga 77 ton.

Unit FMX Edge diperkenalkan PT Indotruck Utama bersama Volvo dalam Mining Expo 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Uji coba tersebut menjadi tahap awal sebelum perusahaan mempertimbangkan pemasaran FMX Edge secara lebih luas di Indonesia pada 2027.

President Director PT Indotruck Utama Bambang Prijono SP mengatakan kapasitas muatan yang lebih besar memungkinkan material yang diangkut dalam satu perjalanan bertambah. Kondisi tersebut dinilai dapat mendukung produktivitas dan efisiensi kegiatan tambang.

"Dengan muatan yang lebih besar, produktivitas dan efisiensinya akan lebih besar," kata Bambang, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 24 September 2026.

Selain kapasitas angkut, Volvo memperkirakan FMX Edge berpotensi memberikan efisiensi biaya operasional. Perhitungan tersebut didasarkan pada kemampuan membawa muatan lebih banyak dengan jumlah pengemudi dan mesin yang tetap sama.

"Biaya operasionalnya berpotensi hemat sekitar 10,3 persen karena muatannya lebih banyak, sedangkan pengemudi dan mesinnya tetap satu," ujar Bambang.

Namun, penghematan tersebut masih berupa perkiraan. Hasil pengujian di lapangan akan menjadi salah satu dasar untuk melihat kinerja kendaraan dalam kondisi operasional tambang yang sebenarnya.
 



(President Director PT Indotruck Utama Bambang Prijono SP. Foto: dok Istimewa)
 

Hemat bahan bakar


Biaya pengoperasian truk tambang tidak hanya ditentukan oleh harga pembelian kendaraan. Konsumsi bahan bakar dan kebutuhan perawatan juga menjadi komponen yang memengaruhi biaya pengangkutan setiap ton material.

Karena itu, efisiensi menjadi salah satu aspek yang diperhatikan Volvo dalam menawarkan kendaraan tambang, termasuk di tengah persaingan produk dari produsen asal Tiongkok. FMX Edge menggunakan bahan bakar diesel D5. Volvo masih menilai teknologi tersebut relevan untuk kondisi pertambangan di Indonesia.

Di sisi lain, penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan berat di area tambang masih menghadapi tantangan terkait kebutuhan energi dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya.

Bambang mengatakan kesiapan sumber energi dapat memengaruhi penerapan kendaraan listrik di kawasan pertambangan. "Kalau tambangnya sudah memiliki pembangkit listrik sendiri, penerapan kendaraan listrik tentu lebih memungkinkan," papar dia.

Dari sisi dukungan operasional, Volvo memiliki gudang suku cadang di Balikpapan. Populasi truk FMX yang telah beroperasi di Indonesia juga disebut telah melampaui 2.000 unit.

Ketersediaan suku cadang menjadi salah satu bagian dari dukungan operasional agar kendaraan dapat tetap digunakan selama kegiatan pertambangan berlangsung. Uji coba FMX Edge nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat kesesuaian kendaraan berkapasitas angkut besar dengan kebutuhan operasional tambang di Indonesia.

(Husen Miftahudin)